Sebuah genteng gelap tiba di meja, masih mendesis. Lalu tampak gulungan mi hijau di bawah helai telur kuning, daging sapi yang mengilap, nori, dan sepotong lemon. Inilah kawara soba, makanan khas Yamaguchi yang diciptakan di Kawatana Onsen, kawasan pemandian air panas di wilayah Kota Shimonoseki yang terletak di bagian barat Prefektur Yamaguchi.
Panduan ini membahas apa itu hidangan ini, bagaimana rasanya, dan mengapa disajikan di atas genteng. Selanjutnya, panduan ini menjelaskan cara menyantapnya, cara memasaknya di rumah, dan tempat menemukannya di Yamaguchi.
Apa Itu Kawara Soba?

Kawara soba merupakan hidangan mi panas dari Kawatana Onsen di Shimonoseki, Prefektur Yamaguchi. Juru masak merebus cha soba, yaitu mi berperisa teh hijau, lalu memanggang bagian bawahnya hingga muncul bercak renyah yang tersebar. Setelah itu, mereka menambahkan daging sapi berbumbu, kinshi tamago, daun bawang, dan nori. Penikmatnya menyantap hidangan ini dengan saus celup hangat, lemon, dan momiji oroshi.
Hidangan modern ini berasal dari sekitar 1961 hingga 1962, jadi lebih tepat disebut kekhasan daerah ketimbang tradisi berusia berabad-abad. Restoran secara tradisional menyajikannya di atas genteng yang dipanaskan, sedangkan pengguna di rumah memakai wajan atau pelat pemanas.

Fakta Utama Kawara Soba
- Asal
- Hidangan ini berasal dari Kawatana Onsen di Shimonoseki, Prefektur Yamaguchi. Sumber resmi berbeda satu tahun: Kementerian Pertanian Jepang (Ministry of Agriculture, Forestry and Fisheries) menyebut 1961, sedangkan Takase menyebut 1962.
- Bahan utama
- Juru masak menggunakan cha soba, daging sapi manis-gurih, dan kinshi tamago. Daun bawang, nori, lemon, dan momiji oroshi melengkapinya.
- Rasa
- Aroma teh hijau berpadu dengan daging sapi manis-gurih dan telur yang lembut. Rasa jeruk, pedas lembut dari cabai, dan saus hangat berbasis dashi melengkapinya.
- Cara penyajian
- Restoran menyajikan mi di atas genteng panas. Pengunjung memindahkan porsi kecil ke mangkuk terpisah berisi tsuyu hangat, yaitu saus celup yang sering dibuat dari konsentrat mentsuyu.
Soal nama, ini sederhana. Kawara berarti genteng. Dalam nama hidangan ini, soba merujuk pada mi, meskipun kandungan gandum hitamnya berbeda-beda tergantung produk. Ada juga dua istilah yang sering muncul. Kinshi tamago berupa telur dadar tipis yang dipotong halus menjadi untaian. Momiji oroshi berupa daikon parut yang dibumbui cabai merah. Namanya berarti “lobak parut daun musim gugur” dan merujuk pada warna merahnya; tidak ada daun maple yang ikut dicampurkan.
Seperti Apa Rasa Kawara Soba?

Kawara soba itu gurih dan sedikit manis, dengan aroma teh hijau yang lembut, bukan rasa pahit matcha yang kuat. Di atasnya, daging sapi memberi kekayaan rasa manis-gurih, sedangkan telur menjaga rasanya tetap lembut. Lemon dan momiji oroshi kemudian menyegarkan rasanya, dan tsuyu hangat menyatukan semuanya dengan dashi dan kecap asin.

Namun, yang paling mengejutkan justru teksturnya. Mi di bagian atas tetap lembut dan kenyal. Sementara itu, helai mi yang bersentuhan dengan permukaan panas terus matang. Helai itu membentuk bercak renyah kecokelatan, mirip kerak nasi di dasar panci. Demikian juga, federasi pariwisata Yamaguchi menggambarkan kontras antara lapisan atas yang empuk dan lapisan bawah yang renyah.
Akibatnya, rasa hidangan ini berubah saat Anda makan. Pada awalnya, setiap suapan terasa lembut dan berkuah. Belakangan, Anda sampai pada helai mi panggang di bagian bawah. Takase menyarankan agar mi renyah ini disisakan untuk akhir, sehingga tekstur terasa makin kuat sepanjang makan.
Topping Umum dan Fungsinya
- Cha soba: mi dasar berperisa teh hijau yang mungkin mengandung gandum, gandum hitam, atau keduanya
- Daging sapi manis-gurih: sumber utama rasa gurih dan manis
- Kinshi tamago: untaian telur halus yang menambah warna dan rasa lembut
- Daun bawang: sensasi segar yang tajam
- Nori: aroma laut yang harum sangrai
- Lemon: diperas ke dalam saus agar terasa lebih segar
- Momiji oroshi: daikon parut dengan cabai, ditambahkan ke saus untuk memberi rasa pedas
Sejarah Kawara Soba: Dari Kisah Masa Perang hingga Kawatana Onsen

Kawara soba modern diciptakan di Kawatana Onsen pada awal 1960-an. Kementerian pertanian Jepang mencatatnya pada 1961, sedangkan Takase, restoran yang menyebut pendirinya sebagai pencipta hidangan ini, menyebut 1962. Sang pencipta terinspirasi dari kisah prajurit Satsuma yang memasak di atas genteng pada 1877.
Pertama, legendanya. Menurut kisah asal-usul yang diulang oleh sumber resmi dan lokal, prajurit Satsuma memasak daging dan tumbuhan liar di atas genteng selama Pemberontakan Satsuma 1877. Namun, ini merupakan kisah lokal, bukan sejarah medan perang yang terverifikasi. Beberapa dekade kemudian, seorang pemilik penginapan di Kawatana Onsen mendengarnya dari seorang warga lanjut usia, lalu menjadikannya inspirasi untuk hidangan baru bagi tamunya. Takase mengaitkan hidangan itu dengan pendirinya, Shinichi Takase.
Hidangan ini tidak berhenti di tempat pertamanya. Menurut kementerian, penginapan itu kemudian tutup dan hidangannya sempat tidak disajikan, tetapi pelanggan terus memintanya, sehingga dibuka sebuah restoran khusus. Tak lama kemudian, penginapan dan restoran lain di kawasan itu mengikuti, dan hidangan ini menjadi ciri khas Kawatana Onsen. Kemudian, muncul versi rumahan. Misalnya, Miura Seimen, produsen mi dari Yamaguchi, menyatakan mulai menjual kawara soba untuk penggunaan di rumah pada 1997.

Kawatana Onsen dan Kawara Soba
Kawatana Onsen merupakan kawasan pemandian air panas kecil di kawasan Toyoura, Shimonoseki. Situs pariwisata resminya menampilkan kawara soba sebagai hidangan khas kawasan pemandian ini dan langsung menautkan pengunjung ke restoran setempat. Pemandiannya jauh lebih tua daripada hidangan ini, tetapi keduanya kini sangat erat terkait.
Memang, keterkaitan ini masuk akal. Hidangan ini bermula sebagai cara memberi tamu penginapan sesuatu yang berkesan, dan genteng yang mendesis sulit dilupakan. Kini, federasi pariwisata Yamaguchi menyebut Kawatana sebagai tempat kelahiran kawara soba. Hidangan ini juga dikenal luas di tingkat lokal. Dalam survei 2016 yang dilakukan peneliti dari Yamaguchi Prefectural University, hidangan ini termasuk yang paling banyak dikenali mahasiswa di antara hidangan lokal. Jika Anda sudah berada di Shimonoseki untuk menikmati kuliner fugu, Kawatana mudah disinggahi dalam perjalanan singkat.
Mengapa Kawara Soba Disajikan di Atas Genteng?

Genteng panas memiliki tiga fungsi: sebagai alas saji, penahan panas, dan terus memanggang helai mi yang menyentuhnya. Namun, praktiknya berbeda-beda, dan beberapa restoran memanggang mi di permukaan panas lain sebelum memindahkannya ke genteng.
- Permukaan saji: tempat mi dan topping disajikan
- Penahan panas: genteng yang tebal menjaga hidangan tetap panas saat disantap
- Pemanggangan lanjutan: membuat mi yang bersentuhan dengan genteng menjadi renyah

Namun, tidak semua restoran memakai jenis genteng yang sama. Ada yang memakai peralatan makan tahan panas khusus. Misalnya, pembuat genteng dari Shimane, Kamedani Yogyo, membuat genteng untuk api langsung dari tanah liat donabe dan mengujinya terhadap kandungan timbal dan kadmium. Sebaliknya, Otafuku menyatakan bahwa mereka memilih genteng atap tanpa glasir yang sudah tua dari rumah-rumah tradisional. Genteng itu telah lapuk lebih dari satu dekade dan mampu menahan pembakar khusus mereka. Ini merupakan praktik terkendali milik restoran tersebut, bukan metode yang bisa ditiru juru masak rumahan.
Catatan Keselamatan
Jangan memanaskan genteng atap kelas konstruksi di rumah. Jika tidak, lapisan pelindung, retakan tersembunyi, dan perubahan suhu mendadak dapat menimbulkan bahaya. Bahkan genteng untuk layanan makanan menjadi sangat panas, dan produsennya memperingatkan agar tidak menyentuhnya. Sebagai gantinya, gunakan wajan atau pelat pemanas rumah tangga.
Cara Makan Kawara Soba

Cara menyantap kawara soba cukup sederhana: angkat sedikit mi dan topping, celupkan ke tsuyu hangat, lalu santap. Namun, tidak seperti ramen, mi ini tidak disajikan dalam kuah. Saus celup hangatnya biasanya disajikan terpisah, jadi tuangkan dulu ke mangkuk Anda sendiri. Beberapa restoran menyajikan beberapa porsi di atas satu genteng besar agar bisa dibagi bersama, dan Otafuku mencatat hingga empat porsi per genteng untuk kelompok. Cara penyajiannya bervariasi, jadi ikuti arahan restoran soal sumpit sajian.

- Tahap 1Cicipi tanpa tambahan. Pertama, celupkan mi, daging sapi, dan telur ke dalam tsuyu apa adanya.
- Tahap 2Tambahkan lemon. Peras atau masukkan lemon ke dalam saus agar rasanya lebih segar. Lalu lanjutkan makan.
- Tahap 3Campurkan momiji oroshi. Aduk ke dalam saus untuk rasa pedas yang lembut, lalu tutup dengan mi renyah.
Lemon dan momiji oroshi sebenarnya memberi rasa pada saus celup, bukan sekadar hiasan. Baik Takase maupun federasi pariwisata Yamaguchi menyarankan agar hidangan diakhiri dengan mi renyah.

Hati-hati: Jangan menyentuh genteng atau pelat panas. Gunakan sumpit untuk memindahkan sedikit mi dan topping ke saus.
Bahan-Bahan Kawara Soba

Bahan dasarnya cha soba, yaitu mi yang diberi rasa teh hijau atau matcha. Namun, kandungan gandum hitam dan gandum berbeda-beda tiap produk. Salah satu cha soba kemasan dari Hatakenaka Seimen mencantumkan tepung gandum, tepung gandum hitam, matcha, garam, dan protein gandum. Sementara itu, Miura Seimen menyatakan cha soba untuk kawara soba mereka sama sekali tidak memakai tepung gandum hitam. Jadi, jika Anda perlu menghindari gandum hitam atau gandum, periksa setiap label.
Bagian lainnya, sebaliknya, sudah akrab. Daging sapi tipis dimasak dengan api kecil hingga terasa manis dan gurih. Telur diolah menjadi kinshi tamago, lalu daun bawang, nori, lemon, dan momiji oroshi ditambahkan di akhir. Saus celupnya biasanya mentsuyu yang diencerkan, yaitu dasar kuah berbahan kecap asin dan dashi untuk mi. Karena kepekatannya berbeda-beda tiap merek, ikuti takaran pengenceran yang tertera di botol Anda.
| Label yang mungkin Anda lihat | Arti yang mungkin |
|---|---|
| Cha soba | Mi berperisa teh hijau; campuran tepungnya bervariasi |
| Cha soba gandum hitam | Mengandung gandum hitam dan biasanya gandum |
| Cha soba berbasis gandum | Mungkin tidak mengandung gandum hitam |
| Cha soba bebas gluten | Hanya aman jika berlabel demikian; periksa saus juga |
Tidak Ada Momiji Oroshi?
Parut sedikit daikon lalu peras keluar sedikit airnya. Setelah itu, campurkan sejumput bubuk cabai atau sedikit pasta cabai. Mulailah dengan rasa ringan, lalu tambahkan sesuai selera.
Alternatif Wajan dan Pelat Pemanas

Untungnya, di rumah Anda tidak perlu genteng. Kementerian pertanian Jepang menyarankan wajan atau pelat pemanas, dan pelat pemanas rumah tangga menjadi alternatif praktis untuk genteng restoran. Selain itu, pelat ini membuat mi tetap panas di meja, sama seperti aslinya.
Wajan
- Gunakan wajan yang lebar agar mi tersusun dalam lapisan tipis.
- Masak dalam dua tahap jika wajan terlihat penuh; mi yang ditumpuk justru mengukus, bukan merenyah.
- Biarkan tanpa diaduk hingga bagian bawahnya keemasan, lalu geser ke piring yang sudah dihangatkan.
Pelat pemanas
- Olesi pelat dengan minyak, lalu sebar mi secara merata.
- Mulai dengan api sedang, lalu naikkan sebentar untuk membuat bagian bawahnya renyah.
- Susun topping di atasnya, lalu santap langsung dari pelat.
Karena pengaturan alat berbeda-beda, perhatikan kondisi mi, bukan angka di tombol pengatur. Idealnya, bagian renyah tampak keemasan, bukan hitam. Telur dan daging sapi juga bisa disiapkan lebih dulu, tetapi mi dipanggang tepat sebelum disajikan.
Cara Membuat Kawara Soba di Rumah

Resep kawara soba ini merupakan versi rumahan dari Food in Japan, yang kami uji di dapur sendiri dengan cha soba kering. Resep ini menghasilkan dua porsi sebagai hidangan utama. Anda memerlukan panci, wajan besar, saringan, pisau, dan piring saji atau pelat pemanas. Wajan kedua memang praktis, tetapi tidak wajib.
Madu atau gula? Anda bisa mengganti madu dengan gula. Tingkat rasa manisnya berbeda-beda tergantung jenisnya, jadi tambahkan sedikit demi sedikit lalu cicipi.
Periksa jenis mi. Ketebalan mi, ukuran wajan, dan kekuatan mentsuyu berbeda-beda tiap produk, jadi jadikan kemasan sebagai panduan utama. Cha soba kering perlu direbus lalu dibilas. Mi segar atau semi-kering mungkin matang lebih cepat, dan mi kukus yang disimpan di lemari pendingin mungkin hanya perlu diurai lalu dipanggang. Ikuti kemasan terlebih dahulu.
Kartu Resep Kawara Soba
Kawara Soba
Mi dan telur
- Cha soba kering, 200 g
- Panci besar berisi air
- Minyak sayur, 1 tbsp, ditambah jika perlu
- 1 butir telur besar, dikocok
Topping daging sapi
- Daging sapi iris tipis, 200 g
- Kecap asin, 1 tbsp
- Sake masak, 1 tbsp
- Madu, 2 tsp
- Minyak sayur, 1–2 tsp
Saus celup
- Sekitar 300 ml saus celup siap pakai (mentsuyu yang diencerkan sesuai takaran di kemasan untuk celup)
- Mirin, opsional dan sesuai selera
Topping
- Nori yang disuwir, secukupnya
- Daun bawang, cincang halus, 2–3 tbsp
- Lemon, 2–4 iris
- Momiji oroshi, sekitar 2 tsp
Langkah-langkah
- Rebus dan bilas cha soba. Rebus sesuai petunjuk kemasan, tetapi angkat sekitar 30 hingga 60 detik lebih awal. Mi harus matang sempurna namun sedikit kenyal. Bilas untuk menghilangkan pati, urai helai-helainya, lalu tiriskan dengan baik.
- Buat kinshi tamago. Masak telur dalam lapisan tipis di wajan yang diolesi sedikit minyak dengan api sedang. Dinginkan, lipat, lalu iris tipis-tipis.
- Masak topping daging sapi manis-gurih. Tumis daging sapi dengan minyak di atas api sedang. Saat hampir matang, tambahkan kecap asin, sake masak, dan madu, lalu rebus pelan hingga berlapis kilap. Jangan dimasak berlebihan.
- Panggang mi. Panaskan minyak di wajan bersih dengan api sedang. Sebarkan mi tipis-tipis dan biarkan sekitar 3 menit tanpa diganggu. Panggang hanya bagian bawahnya tanpa dibalik. Angkat salah satu tepinya: Anda menginginkan bercak keemasan, dengan sebagian besar helai masih lentur.
- Hangatkan saus dan susun. Encerkan mentsuyu untuk celup dan hangatkan perlahan. Cicipi dulu sebelum menambahkan mirin, karena banyak produk sudah cukup manis. Jika tetap menambahkannya, rebus sebentar, lalu angkat dari api. Susun cha soba, kinshi tamago, daging sapi, daun bawang, nori, lemon, dan momiji oroshi sesuai urutan itu, lalu sajikan dengan saus hangat.
Bisakah Kawara Soba Dibuat Lebih Dulu?
Sebagian bisa. Anda dapat memasak daging sapi, kinshi tamago, dan saus lebih awal, lalu segera simpan terpisah di wadah tertutup di lemari pendingin. Panaskan daging sapi hingga benar-benar matang dan hangatkan saus sebelum disajikan. Namun, rebus dan panggang mi sesaat sebelum disantap. Untuk lama penyimpanan, ikuti pedoman keamanan pangan setempat.
Tanpa Cha Soba?
Jika tidak menemukan cha soba, soba biasa tetap meniru cara memasaknya, tetapi tidak warna maupun aroma teh hijaunya. Mi gandum tipis juga bisa dipakai, meskipun teksturnya berubah. Dalam kedua kasus, anggaplah ini sebagai adaptasi kawara soba yang tidak tradisional.
Pemecahan Masalah
| Masalah | Kemungkinan penyebab | Solusi |
|---|---|---|
| Mi lembek | Mi basah atau wajan terlalu penuh | Tiriskan dengan baik dan panggang dalam dua tahap |
| Mi gosong | Api terlalu besar | Kecilkan api dan periksa bagian bawahnya lebih cepat |
| Mi menggumpal | Pati tertinggal di permukaan | Bilas dengan baik setelah direbus dan urai sebelum dipanggang |
| Daging sapi kering | Terlalu lama dimasak | Berhenti saat saus baru melapisi daging |
| Saus terlalu asin | Pengenceran kurang | Tambahkan sedikit air dan periksa takaran pada botol Anda |
Variasi Vegetarian dan Tanpa Daging Sapi
Versi ini bukan tradisional, tetapi tetap bisa dinikmati. Untuk genteng vegetarian, ganti daging sapi dengan jamur tumis atau tahu padat yang dilumuri glasir kecap dan madu yang sama. Lalu buat kuahnya dari kombu dan shiitake kering, karena banyak mentsuyu komersial mengandung serpih cakalang kering atau dashi berbahan ikan lainnya. Untuk versi tanpa daging sapi tetapi bukan vegetarian, ayam atau aburaage berbumbu, yaitu tahu goreng berbentuk kantong, juga cocok dengan mi ini.
Catatan Diet dan Alergi

Secara keseluruhan, kandungan gizinya bergantung pada mi dan seluruh hidangan. Soba dapat menyediakan karbohidrat dan sedikit protein, tetapi profilnya bergantung pada rasio gandum hitam dan gandum. Cha soba mungkin hanya mengandung sedikit teh hijau, dan resepnya berbeda-beda tiap produsen. Oleh karena itu, kandungan katekin atau kafein apa pun bergantung pada produknya. Sementara itu, daging sapi, telur, minyak, dan saus menambah kalori, lemak, protein, dan natrium.
Pemeriksaan Alergi
- Gandum hitam: terdapat di banyak produk cha soba, tetapi tidak semuanya
- Gandum: terdapat di banyak produk cha soba, sehingga cha soba standar tidak otomatis bebas gluten
- Kedelai: kecap asin dan mentsuyu
- Telur: kinshi tamago
- Ikan: serpih cakalang atau dashi ikan di banyak mentsuyu komersial
Jika ragu, baca kemasannya atau tanyakan kepada restoran sebelum memesan.
Apakah Kawara Soba Sama dengan Soba Biasa?

Tidak sepenuhnya. Mi ini mungkin mengandung gandum hitam, tetapi cara penyajiannya berbeda dari hidangan soba konvensional seperti zaru atau kake soba. Mi diberi rasa teh hijau, disajikan panas bersama daging sapi dan telur, serta sebagian bagiannya dipanggang hingga kecokelatan. Singkatnya, hidangan ini berada di antara mi celup dan mi tumis. Hidangan ini bukan sekadar yakisoba, sebab mi direbus, ditiriskan, lalu dipanggang hingga sebagian bagiannya renyah. Dibandingkan dengan zaru soba, saus celupnya hangat dan mi-nya juga panas.
| Kawara soba | Zaru soba | Yakisoba | Versi pelat besi | |
|---|---|---|---|---|
| Mi | Cha soba | Berbasis gandum hitam, sering dicampur gandum | Mi gandum | Cha soba |
| Cara memasak | Direbus, dipanggang, dan disajikan di atas genteng panas | Direbus, lalu didinginkan | Ditumis dengan saus | Direbus, dipanggang, dan disajikan di atas pelat besi |
| Saus | Tsuyu hangat untuk celup | Tsuyu dingin untuk celup | Saus dimasak bersama mi | Tsuyu hangat untuk celup |
| Suhu sajian | Panas | Dingin | Panas | Panas |
Beberapa restoran di Yamaguchi menyajikan persiapan serupa di atas pelat besi, bukan genteng. Sebagian menu menyebutnya cha soba teppanyaki, tetapi penamaannya bervariasi.
Tempat Makan Kawara Soba di Yamaguchi

Ingin tahu di mana makan kawara soba di Yamaguchi? Kawatana Onsen jelas menjadi titik awal yang tepat, karena makanan khas Yamaguchi ini berawal dari sana. Dengan kereta, Stasiun Kawatana-Onsen berjarak sekitar 40 menit dari Stasiun Shimonoseki, menurut Takase. Dari stasiun, onsen berjarak sekitar lima menit naik taksi. Bus dari Stasiun JR Shimonoseki memakan waktu sekitar 50 menit. Kota Yamaguchi juga punya pilihan jika Anda tidak bisa menempuh perjalanan itu. Kami memastikan dua yang pertama, restoran asal dan restoran di hotel, lewat halaman resmi mereka. Yang ketiga, sebuah izakaya dekat shinkansen, merupakan pilihan praktis yang sebaiknya dipastikan sebelum berkunjung.
Periksa dulu sebelum berkunjung. Jam buka, hari libur, harga, aturan reservasi, dan ketersediaan menu dapat berubah. Kami memeriksa rincian di bawah pada 28 Oktober 2026. Pastikan kembali di situs resmi masing-masing restoran sebelum bepergian.
Ganso Kawara Soba Takase, Kawatana Main Building (元祖瓦そば たかせ 川棚本館)
Yang paling utama, Takase terkait erat dengan pencipta hidangan ini, Shinichi Takase. Tentu saja, kawara soba menjadi menu utama, tetapi menu juga mencakup set makan seperti unacha set, yang berisi belut di atas nasi. Per 28 Oktober 2026, satu porsi kawara soba seharga ¥1,485 sudah termasuk pajak. Takase telah mengumumkan harga baru ¥1,595 mulai 1 November 2026.
- Area
- Kawatana Onsen, Shimonoseki
- Alamat
- 5437 Oaza Kawatana, Toyoura-cho, Shimonoseki
- Akses
- Sekitar 5 menit naik taksi dari Stasiun Kawatana-Onsen
- Telepon
- 083-772-2680
- Jam buka
- 11.00–15.00 (situs resmi; hari bukanya tercantum kurang jelas, jadi sebaiknya telepon lebih dulu)
- Situs web
- Takase Kawatana Main Building
Kawara Soba Honten Otafuku (瓦そば本店 お多福)

Sementara itu, Otafuku berada di dalam Kawatana Grand Hotel Otafuku, sebuah penginapan onsen. Restoran ini menyajikan versi andalannya di atas genteng panas, di atas pembakar milik mereka sendiri. Per 28 Oktober 2026, satu porsi kawara soba Otafuku seharga ¥1,320 sudah termasuk pajak. Karena berada di dalam hotel, Anda bisa memadukan makan siang dengan menginap di pemandian air panas.
- Area
- Kawatana Onsen, Shimonoseki
- Alamat
- 4912-1 Kawatana, Toyoura-cho, Shimonoseki
- Akses
- Naik taksi singkat dari Stasiun Kawatana-Onsen
- Telepon
- 083-774-1111
- Jam buka
- 11.00–22.00 (pesanan terakhir 21.00); menu terbatas 14.00–17.00
- Tutup
- Mengikuti hari tutup hotel
- Situs web
- Kawara Soba Honten Otafuku
Saryo Fuku no Hana, Shin-Yamaguchi (茶寮 福の花 新山口店)

Izakaya ini dekat Stasiun Shin-Yamaguchi dan berfokus pada ayam lokal, sake, dan masakan khas Yamaguchi. Judul halaman operator dan situs daftar restoran menyebut kawara soba. Namun, menu terkini di halaman operator tidak menampilkan hidangan ini. Singkatnya, rincian restoran sudah dipastikan, tetapi ketersediaan hidangannya belum, jadi telepon dulu sebelum berkunjung. Lokasinya juga praktis jika Anda berganti kereta dari atau ke shinkansen.
- Area
- Ogori, Kota Yamaguchi
- Alamat
- 2808-1 Ogori Shimogo, Yamaguchi City
- Akses
- Sekitar 10 menit berjalan kaki dari pintu keluar utara Stasiun Shin-Yamaguchi
- Telepon
- 083-974-6346
- Jam buka
- 17.00–23.00 (pesanan terakhir 22.30)
- Tutup
- Senin dan Selasa
- Situs web
- Fuku no Hana (Bears Corporation)
Cara Membeli Kit Kawara Soba

Tidak bisa ke Yamaguchi? Toko di prefektur ini menjual set kemasan berisi mi dan saus. Oidemase Yamaguchi-kan, gerai promosi Yamaguchi di Nihonbashi, Tokyo, juga menjual beberapa produk tersebut. Lini produknya mencakup set Takase untuk dua porsi dan kemasan Miura Seimen untuk empat porsi. Ada pula saus kawara soba khusus dari Kawamura Shoyu. Namun, stok bisa berubah, jadi pastikan daftar produknya sebelum berkunjung, terutama jika Anda memerlukan produk tanpa gandum hitam.
Yang Perlu Diperiksa pada Set
- Jenis mi: kering, segar, atau kukus, dan apakah mengandung gandum hitam
- Porsi: dua atau empat porsi yang paling umum
- Saus: termasuk atau tidak, dan seberapa banyak harus diencerkan
- Penyimpanan: apakah perlu didinginkan, yang penting jika Anda berencana membawanya pulang
- Topping: kebanyakan set menyerahkan daging sapi dan telur kepada Anda
Hidangan Mi Daerah Lainnya
Jepang memiliki banyak tradisi mi lokal, dan setiap daerah menyajikannya dengan caranya sendiri. Jika kawara soba menarik perhatian Anda, berikut beberapa bacaan lanjutan yang baik.
Penutup
Kawara soba merupakan hidangan khas Kawatana Onsen yang berpusat pada genteng panas, mi berperisa teh hijau, dan tsuyu hangat. Cobalah di Kawatana Onsen, tempat hidangan ini bermula, atau buat ulang dengan aman di pelat pemanas di rumah. Sudah siap memasak? Langsung ke resep. Berencana bepergian? Lihat tempat makan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang Kawara Soba
Tentang Hidangan
- Apa itu kawara soba?
-
Hidangan Yamaguchi ini berupa cha soba yang dipanggang hingga sebagian renyah dan disajikan di atas genteng panas. Juru masak menaburi mi dengan daging sapi berbumbu, kinshi tamago, daun bawang, dan nori. Lalu, penikmatnya menyantap hidangan ini dengan tsuyu hangat, lemon, dan momiji oroshi.
- Di mana kawara soba pertama kali diciptakan?
-
Hidangan ini bermula di Kawatana Onsen, kawasan pemandian air panas di Shimonoseki, Prefektur Yamaguchi. Seorang pemilik penginapan mengembangkannya untuk para tamu sekitar 1961 hingga 1962, bergantung pada sumbernya. Kisah lokal tentang prajurit Satsuma yang memasak di atas genteng pada 1877 menjadi inspirasinya.
- Mengapa kawara soba disajikan di atas genteng?
-
Genteng berfungsi sebagai wadah saji, menjaga hidangan tetap panas, dan terus memanggang mi di bagian bawahnya. Jenis genteng berbeda-beda di tiap restoran, mulai dari peralatan makan tahan panas khusus hingga genteng tradisional yang dipilih dalam kondisi komersial yang terkendali. Di rumah, gunakan wajan atau pelat pemanas sebagai gantinya.
- Bisakah saya menyiapkan kawara soba lebih dulu?
-
Bisa, sebagian. Siapkan daging sapi, telur, dan saus celup lebih dulu, tetapi rebus dan panggang mi sesaat sebelum disajikan. Dinginkan bahan yang sudah disiapkan segera, dan ikuti pedoman keamanan pangan setempat untuk lama penyimpanannya.
- Bagaimana cara menyantap kawara soba?
-
Tuangkan saus hangat ke mangkuk Anda, lalu celupkan sedikit mi dan topping. Tambahkan lemon dan momiji oroshi ke dalam saus saat makan, dan sisakan beberapa helai mi renyah untuk akhir.
Memasak dan Membeli
- Apakah cha soba selalu mengandung gandum hitam?
-
Tidak. Banyak produk cha soba mencampur tepung gandum hitam dan tepung gandum, sementara beberapa produsen di Yamaguchi sama sekali tidak memakai gandum hitam. Jadi, jika Anda memiliki alergi, periksa kemasannya atau tanyakan kepada restoran.
- Bisakah saya membuat kawara soba tanpa genteng atap?
-
Bisa, dan sebaiknya begitu. Gunakan wajan atau pelat pemanas rumah tangga, yang juga disarankan kementerian pertanian Jepang. Namun, jangan pernah memanaskan genteng bangunan, karena lapisan dan retakannya bisa berbahaya.
- Bisakah saya membeli kit kawara soba di luar Yamaguchi?
-
Bisa. Di Tokyo, Oidemase Yamaguchi-kan di Nihonbashi pernah menjual set dari Takase dan Miura Seimen. Stok bisa berubah, jadi periksa sebelum berkunjung dan catat apakah set tersebut perlu didinginkan.
Referensi
- Ministry of Agriculture, Forestry and Fisheries – Kawara Soba, Yamaguchi (Kuliner Daerah Kami) (Diakses Oktober 2026)
- Ministry of Agriculture, Forestry and Fisheries – Kawara Soba (Kids Navi) (Diakses Oktober 2026)
- Situs Resmi Kawatana Onsen – Kuliner (Diakses Oktober 2026)
- Yamaguchi Prefecture Tourism Federation – Liputan Kawara Soba sebagai Makanan Khas Yamaguchi (Diakses Oktober 2026)
- Yamaguchi Prefecture Tourism Federation – Kawatana Onsen (Diakses Oktober 2026)
- Ganso Kawara Soba Takase – Tentang Kawara Soba (Diakses Oktober 2026)
- Ganso Kawara Soba Takase – Akses (Diakses Oktober 2026)
- Ganso Kawara Soba Takase – Pemberitahuan Perubahan Harga (Oktober 2026) (Diakses Oktober 2026)
- Kawatana Grand Hotel Otafuku – Kawara Soba Honten Otafuku (Diakses Oktober 2026)
- Kamedani Yogyo – Kawara Soba dan Peralatan Makan Genteng untuk Api Langsung (Diakses Oktober 2026)
- Hatakenaka Seimen – Zeitaku Cha Soba 200 g (Diakses Oktober 2026)
- Miura Seimen – Situs Resmi Pembuat Kawara Soba (Diakses Oktober 2026)
- Oidemase Yamaguchi-kan – Kawara Soba dan Mi (Diakses Oktober 2026)
- Bears Corporation – Fuku no Hana (Diakses Oktober 2026)
- J-STAGE – Sonoda J. et al., Pengetahuan dan Kesadaran tentang Kuliner Daerah di Prefektur Yamaguchi, Proceedings of the Annual Meeting of the Japan Society of Cookery Science 28 (2016) (Diakses Oktober 2026)



コメント