Menu
Bahasa

Oota Yakisoba (太田焼そば)

太田やきそば

Oota Yakisoba, juga ditulis Ota Yakisoba, merupakan jenis yakisoba Jepang khas Kota Ota di Prefektur Gunma. Sepiring ini bisa datang dengan warna cokelat tua yang mengilap dan nyaris tampak hitam. Meski begitu, laporan pariwisata setempat sering menggambarkan rasanya lebih ringan dan lebih manis daripada penampilannya.

Warga setempat menganggapnya salah satu makanan penghibur paling dicintai di kota ini, yang kadang disebut soul food Kota Ota. Ia juga termasuk salah satu contoh terkenal dari makanan khas Gunma. Daya tariknya ada pada perbandingan. Satu kedai mungkin menyajikan mi tebal yang hampir hitam, sementara kedai lain memakai saus yang lebih terang atau menambahkan telur atau kentang. Keberagaman itu membuat berkeliling Ota untuk mencicipi terasa sangat memuaskan.

目次

Apa Itu Oota Yakisoba, Hidangan Mi Khas Gunma?

Ilustrasi empat bagian Oota Yakisoba: kota pabrik, pekerja pascaperang, mi tebal dengan saus gelap, dan gaya tiap kedai

Oota Yakisoba merupakan gaya lokal mi tumis berbahan gandum dari Kota Ota, Prefektur Gunma, yang biasanya dibumbui saus bergaya Worcester Jepang berbahan buah dan cuka. Ia paling terkenal lewat mi tebal yang disiram saus cokelat yang sangat tua. Namun, tidak ada satu resep resmi. Ketebalan mi, saus, topping, dan warnanya sangat bervariasi dari satu kedai ke kedai lain.

Fakta Singkat tentang Oota Yakisoba

Nama Jepang
上州太田焼そば (Joshu Ota Yakisoba)
Asal
Kota Ota, Prefektur Gunma; menyebar setelah Perang Dunia II
Mi
Mi bergaya Tionghoa berbahan gandum, sering kali tebal (bukan soba buckwheat)
Saus
Racikan khas tiap kedai, sering berupa saus cokelat tua bergaya Worcester
Topping umum
Kubis, aonori, dan acar jahe merah; beberapa kedai menambahkan kentang atau telur goreng
Harga tipikal
Sekitar ¥400 hingga ¥600 untuk porsi dasar menurut laporan 2024–2025; porsi besar atau berisi topping lebih mahal
Tempat membelinya
Restoran dan kios bawa pulang di seluruh Kota Ota
Asosiasi lokal
44 anggota, termasuk anggota pendukung; angka ini bukan jumlah restoran yakisoba yang beroperasi

Artikel ini menulis “Oota” untuk menunjukkan vokal pertama yang panjang. Bunyinya mirip “oh-tah.” Karena sebagian besar sumber resmi berbahasa Inggris menulis kota ini sebagai Ota, Anda juga akan menemukan istilah Ota Yakisoba. Warga setempat juga memakai Joshu Ota Yakisoba. Joshu (上州) merupakan nama tradisional Provinsi Kozuke lama, yang mencakup hampir seluruh Prefektur Gunma saat ini.

Meski namanya begitu, yakisoba tidak dibuat dari soba (buckwheat). Mi-nya berbahan gandum, seperti ramen. Hal ini penting jika Anda menghindari gandum, karena hidangan ini tidak bebas gluten.

Apa yang Membuat Joshu Ota Yakisoba Berbeda?

Ilustrasi sepuluh mi, sepuluh gaya: mi, saus, topping, rasa, dan variasi pada Oota Yakisoba

Yang membedakan Oota Yakisoba bukan satu jenis mi, saus, atau topping yang wajib, melainkan variasi antarkedai. Mi tebal dan saus yang sangat gelap membentuk citra paling dikenalnya. Namun, restoran setempat juga menyajikan mi yang lebih tipis, saus yang lebih terang, dan topping yang berbeda. Keberagaman ini kadang diungkapkan dengan frasa jūmen jisshoku (十麺十食), yang kurang lebih berarti “sepuluh mi, sepuluh gaya.”

MiSering tebal dan kenyal; beberapa kedai memakai mi sedang atau lebih tipis
SausRacikan khas kedai, dari cokelat sangat tua hingga cokelat sedang
ToppingBiasanya sederhana: kubis, aonori, acar jahe merah
RasaManis, asam, dan gurih, kadang dengan sedikit rasa pedas
VariasiSetiap kedai punya gaya sendiri

Aonori adalah serpihan rumput laut hijau kering. Beni shoga, irisan tipis acar jahe merah yang asam, memberi rasa asin dan tajam. Umumnya, kedai menjaga topping tetap sederhana. Misalnya, sebagian menambahkan daging babi, sementara yang lain menawarkan tambahan seperti kentang atau telur goreng. Asosiasi pariwisata Kota Ota, misalnya, mencantumkan mi tebal dan tipis, rasa manis dan asin, bahkan bumbu bergaya Barat.

Mengapa Warnanya Begitu Gelap, dan Apakah Selalu Seperti Itu?

Ilustrasi yang menjelaskan mengapa Oota Yakisoba sangat gelap: saus pekat, tidak selalu hitam, warna bukan ukuran rasa asin, dan pewarna karamel
Saus cokelat tua pekat menyelimuti mi tebal yakisoba dengan kubis dan aonori

Sebagian Oota Yakisoba tampak nyaris hitam karena kedainya memakai racikan saus pekat yang sangat berwarna. Namun, warna gelap bukan syarat. Restoran lain menyajikan versi cokelat sedang, dan warna tidak selalu berarti lebih asin. Hasilnya bergantung pada saus masing-masing kedai, konsentrasinya, jumlah yang dipakai, dan cara saus mengental di atas wajan.

Beberapa saus cokelat komersial juga mengandung pewarna karamel, bahan tambahan pangan untuk memperkuat warna. Kementerian pertanian Jepang mencatat bahwa pewarna ini juga dapat menambah aroma panggang atau sedikit pahit. Pewarna ini tidak boleh dikacaukan dengan karamel untuk kue atau gula gosong buatan sendiri. Namun, pewarna karamel bukan bahan wajib Oota Yakisoba, dan penggunaannya oleh masing-masing kedai belum dapat dipastikan.

Yakisoba gaya Ota warna cokelat sedang dengan telur goreng, aonori, dan acar jahe merah
Tidak semua porsi hampir hitam: versi yang lebih terang ini disajikan dengan telur goreng.

Catatan bagi pembaca di luar Jepang: saus Jepang berbeda dengan saus Worcestershire Inggris. Banyak di antaranya terasa manis dengan dominasi rasa buah, meski rasanya bervariasi menurut merek. Saus “Worcester” Jepang juga biasanya lebih encer dibanding saus chuno atau saus tonkatsu.

Seperti Apa Rasanya?

Ilustrasi rasa Oota Yakisoba: saus yang seimbang, mi tebal, kubis, dan perbedaan antarkedai

Banyak versi menyeimbangkan rasa manis, asam, dan gurih dari saus, meski profil rasanya bervariasi tiap kedai. Mi tebal memberi kunyahan gandum yang kokoh. Sementara itu, kubis menambahkan rasa manis tipis dan sedikit renyah.

Meski tampilannya begitu, laporan pariwisata setempat sering menggambarkan versi yang paling gelap sebagai lebih ringan dan kurang asin dari perkiraan. Meski begitu, rasanya tetap bervariasi. Sebagian terasa asin dan kuat, sementara yang lain terasa lebih ringan dan lebih manis.

Sejarah Oota Yakisoba dan Budaya Pabrik Ota

Ilustrasi garis waktu sejarah pabrik Ota dari 1917 hingga 2017 dan Joshu Ota Yakisoba Norenkai pada 2002

Oota Yakisoba mulai mapan setelah Perang Dunia II, ketika Ota berkembang menjadi kota pabrik besar. Pemerintah Kota Ota menyebutkan bahwa pekerja musiman dari Jepang bagian timur laut mungkin membawa yakisoba bersama mereka. Hidangan ini cocok untuk para pekerja karena murah, mengenyangkan, dan kurang mudah lembek dibandingkan mi berkuah.

Sejarah industri modern Ota berkaitan dengan sebuah lembaga riset pesawat terbang yang didirikan pada 1917. Lembaga itu kemudian pindah ke kota ini pada tahun yang sama dan berkembang menjadi Nakajima Aircraft. Setelah perang, perusahaan itu berganti nama menjadi Fuji Sangyo, dan pada 1953 Fuji Heavy Industries didirikan. Perusahaan itu berganti nama menjadi SUBARU pada 2017.

Menurut pemerintah kota, banyak pekerja musiman tersebut datang dari daerah seperti Yokote di Akita. Asosiasi lokal, sebaliknya, merujuk lebih luas kepada pekerja dari seluruh negeri. Jadi, asal-usulnya paling baik dipandang sebagai teori lokal, bukan fakta yang sudah pasti.

Budaya panjang pertanian gandum dan makanan berbahan tepung di Gunma juga ikut membantu; pada 2021 prefektur ini menempati peringkat ketujuh nasional untuk gandum. Hidangan mi lain seperti himokawa udon tumbuh dari tradisi yang sama.

Dari Kios Kuil ke Kota Yakisoba

Pada 1940-an dan 1950-an, banyak kios dan kedai yakisoba berdiri di sepanjang jalan menuju Kuil Daikoin, menurut pemerintah kota. Kemudian, pada 28 Oktober 2002, kedai-kedai lokal membentuk Joshu Ota Yakisoba Norenkai. Norenkai adalah kelompok kedai yang mempromosikan satu makanan lokal bersama. Kini, kelompok ini membuat peta dan mendukung berbagai acara. Asosiasi pariwisata Ota kini mencatat 44 anggota, termasuk anggota pendukung, meski tidak semuanya restoran.

Perbandingan Oota, Yokote, dan Fujinomiya Yakisoba

Ilustrasi perbandingan yakisoba Oota, Yokote, dan Fujinomiya
Mi yakisoba ditumis dengan kubis di atas wajan besi panas

Orang sering mengelompokkan Ota, Yokote, dan Fujinomiya bersama-sama. Mereka menyebutnya “tiga yakisoba utama” Jepang. Namun, ini pengelompokan yang populer, bukan peringkat resmi. Pada Juni 2002, ketiga daerah itu membentuk Kesepakatan Mikuni Domen untuk mempromosikan mi mereka bersama. Sebuah rangkaian produk Mikuni Domen kemudian muncul di minimarket di seluruh Jepang.

Oota YakisobaYokote YakisobaFujinomiya Yakisoba
WilayahKota Ota, GunmaKota Yokote, AkitaKota Fujinomiya, Shizuoka
MiSering tebal, tetapi bervariasi tiap kedaiTebal, lurus, dan lembutPadat dan kenyal, mi kukus
SausRacikan khas kedai, sering sangat gelapSaus agak manis, kadang dengan dashiSaus gurih
Topping khasKubis, aonori, jahe merahTelur goreng, acar fukujinzukeNikukasu (potongan lemak babi renyah hasil peleburan), bubuk sarden
Ciri khasGaya khas tiap kedaiTelur goreng setengah matang di atasnyaMi kenyal dan nikukasu

Singkatnya, Yokote dikenal karena telurnya, dan Fujinomiya karena mi kenyalnya. Oota menonjol berkat keberagaman dan warnanya yang gelap. Untuk rincian, baca tentang Yokote Yakisoba dari Akita dan Fujinomiya Yakisoba dari Shizuoka.

Resep Oota Yakisoba

Ilustrasi lima langkah membuat yakisoba gaya Oota di rumah: kukus, saus, lumuri, sajikan, dan selesaikan

Anda bisa membuat yakisoba gaya Oota di rumah dengan mi tebal, kubis, dan saus Worcester gelap. Ini adalah resep rumahan dari Food in Japan, bukan resep resmi untuk seluruh kota. Kedai-kedai di Ota tidak berbagi satu formula yang sama. Jika bisa, gunakan saus bergaya Worcester Jepang, karena saus Worcestershire gaya Inggris lebih encer dan lebih tajam.

Yakisoba Gaya Oota

Porsi1 sebagai menu utama, 2 sebagai porsi cicip
Total waktuSekitar 15 menit
Tingkat kesulitanMudah

Bahan utama

  • Mi yakisoba kukus tebal (jenis pra-masak yang dijual dalam kemasan), 220 g (7,8 oz)
  • Kubis iris, 120 g (4,2 oz)
  • Lemak babi, 1 sdm
  • Air, 2 sdm
  • Sake, 1 sdm

Saus

  • Saus bergaya Worcester Jepang (jenis encer), 5 sdm
  • Jus apel, 2 sdm
  • Pewarna karamel untuk pangan, 1 sdt, opsional; ikuti label produk karena kekuatannya berbeda-beda

Topping

  • Acar jahe merah, sesuai selera
  • Aonori, sesuai selera

Langkah-langkah

  1. Kukus. Panaskan lemak babi di wajan datar yang lebar. Masukkan mi dan kubis bersama air dan sake, lalu tutup wajannya.
  2. Saus. Setelah kubis mulai bening, campurkan bahan saus lalu tuangkan.
  3. Lumuri. Aduk hingga setiap helai mi dan potongan kubis terlapisi saus.
  4. Sajikan. Letakkan kubis di piring lebih dulu, lalu tumpuk mi di atasnya agar terlihat.
  5. Selesaikan. Taburi aonori, tambahkan acar jahe merah sesuai selera, lalu sajikan panas.

Tips Resep

Tips

  • Tambahkan daging babi. Sedikit daging babi cincang menambah rasa.
  • Cicipi dulu sebelum menambah garam. Saus sudah memberi sebagian besar rasa, jadi garam tambahan mungkin tidak perlu.
  • Saus lebih kental? 5 sdm cocok untuk saus Worcester Jepang yang encer. Dengan saus yakisoba konsentrat, saus chuno, atau saus tonkatsu, mulai dengan 3 sdm dan tambahkan lagi setelah dicicipi.
  • Terlalu basah? Ketebalan saus Jepang berbeda-beda. Jika mi tampak berkuah, goreng sedikit lebih lama dengan api lebih besar sampai saus mengental.
  • Tanpa pewarna karamel? Boleh dilewati; fungsinya terutama menggelapkan warna. Untuk tampilan lebih gelap, pilih saus yakisoba Jepang yang gelap. Jangan tambahkan karamel untuk makanan penutup atau gula bakar untuk tujuan ini.

Kesalahan Umum

Ilustrasi tiga kesalahan umum saat membuat yakisoba: terlalu banyak air, wajan terlalu penuh, dan semua saus ditambahkan sekaligus

Pertama, terlalu banyak air adalah masalah yang paling umum. Mi yang terlalu lama dikukus menjadi lembek dan lengket, jadi biarkan tutup hanya sampai kubis melunak. Selain itu, gunakan wajan lebar dengan api sedang-besar. Wajan yang terlalu penuh membuat mi direbus, bukan digoreng. Terakhir, tambahkan saus sedikit demi sedikit; Anda selalu bisa menambah lagi.

Catatan Diet dan Penyimpanan

Di rumah, ganti lemak babi dengan minyak nabati dan hilangkan daging babi untuk versi vegetarian. Lalu periksa label saus Anda, karena sebagian saus mengandung ekstrak hewani. Perlu diingat juga bahwa mi mengandung gandum, dan banyak saus juga memakai kedelai. Untuk tekstur terbaik, habiskan sisa yang disimpan di lemari es dalam sehari. Dinginkan segera, simpan dalam keadaan dingin, dan panaskan di wajan hingga benar-benar panas merata.

Tempat Makan Oota Yakisoba di Gunma

Kemasan bawa pulang yakisoba gelap gaya Ota dengan kubis, aonori, dan acar jahe merah
Banyak kedai di Ota menjual yakisoba untuk dibawa pulang dalam kemasan plastik sederhana.

Tempat terbaik untuk makan Oota Yakisoba adalah Kota Ota itu sendiri. Ota terletak di barat laut pusat Tokyo. Kereta ekspres terbatas Tobu langsung dari Asakusa membutuhkan sekitar 80 menit, menurut asosiasi pariwisata. Meski begitu, periksa jadwal terbaru sebelum berangkat.

Merencanakan Perjalanan Sehari Mencicipi Yakisoba

Ilustrasi merencanakan perjalanan sehari ke Ota untuk yakisoba: berangkat pagi, mobil atau taksi, cek hari tutup, dan perjalanan dari Tokyo

Kedai-kedai tersebar di seluruh kota, dan beberapa berada lebih dekat ke stasiun kecil Tobu daripada ke Stasiun Ota. Karena itu, mobil atau taksi jauh lebih memudahkan untuk mengunjungi dua atau tiga kedai. Banyak kedai tutup pada pertengahan sore atau ketika mi sudah habis, jadi mulailah sekitar jam buka. Perlu dicatat, Iwazakiya dan Men Men sama-sama tutup pada hari Selasa. Tanpa mobil, pilih satu kedai dekat stasiun Tobu dan periksa jarak jalan kaki sebelum berangkat.

Rincian daftar kedai ditinjau pada 27 Oktober 2026. Kami tidak menelepon setiap kedai, dan harga mengacu pada tanggal yang tertera. Jam buka, harga, dan menu dapat berubah, jadi harap pastikan sebelum berkunjung.

Kedai Mana yang Sebaiknya Dipilih?

Ilustrasi pemilihan kedai yakisoba Ota: Iwazakiya, Sukebeya, dan Men Men
Tampilan gelap klasikIwazakiya
Telur goreng di atasSukebeya
Porsi besar, tambahan kentangMen Men

Iwazakiya (岩崎屋)

Bagian luar kedai yakisoba Iwazakiya di Kota Ota dengan papan kayunya

Paling cocok untuk tampilan gelap yang klasik. Sejak dibuka pada 1957, Iwazakiya menjaga yakisoba-nya tetap sederhana, dengan kubis sebagai topping utama. Meski sausnya tampak pekat dan gelap, rasa asinnya tetap seimbang. Kedai ini juga menjual yaki manju, kue panggang khas Gunma dengan lapisan miso manis.

Stasiun terdekat
Jiromonbashi (Tobu Kiryu Line), menurut Tabelog
Telepon
0276-37-0258
Jam buka
11.00–17.00; tutup lebih awal jika sudah habis
Tutup
Selasa
Makan di tempat / bawa pulang
Keduanya
Pembayaran
Hanya tunai (menurut Tabelog)

Sukebeya (助平屋)

Bangunan kayu tradisional Sukebeya dengan spanduk yakisoba merah

Paling cocok untuk telur goreng di atas. Sukebeya bermula sebagai kedai manju dan sudah ada sejak 1916, menurut daftar restorannya. Sebuah laporan lokal 2024 menunjukkan yakisoba mereka disajikan dengan telur goreng dan menyebut satu pilihan yang dibungkus telur dadar. Periksa menu terkini sebelum berkunjung. Makan di tempat maupun bawa pulang sama-sama tersedia.

Stasiun terdekat
Kizaki (Tobu Isesaki Line), menurut Tabelog
Telepon
0276-56-0049
Jam buka
09.30–17.00 (beberapa daftar mencantumkan 16.30)
Tutup
Senin (hari berikutnya jika Senin merupakan hari libur)
Makan di tempat / bawa pulang
Keduanya
Pembayaran
Tidak menerima kartu; tercantum pembayaran kode QR

Men Men (麺めん)

Paling cocok untuk yang berselera besar. Men Men hanya menyajikan yakisoba, dan Anda dapat menyesuaikan kekuatan saus. Pada Februari 2025, situs pariwisata Gunma mencantumkan porsi biasa seharga ¥450 dan porsi besar ¥500, sudah termasuk pajak. Sementara itu, ukuran yang lebih besar mencapai ¥1.000. Selain itu, kentang tambahan berharga ¥50, cara menyenangkan untuk mencoba gaya kentang.

Alamat
2693-3 Yabacho, Ota, Gunma
Cara ke sana
Stasiun terdekat belum dapat dipastikan; disarankan naik mobil atau taksi
Telepon
0276-46-2706
Jam buka
11.00–14.00
Tutup
Selasa
Makan di tempat / bawa pulang
Keduanya
Harga
Per Februari 2025; bisa saja sudah berubah

Juga Dilaporkan: Kawatomi (かわとみ)

Kios yakisoba Kawatomi berwarna kuning dengan jendela bawa pulang di Kota Ota

Kawatomi pernah dilaporkan menyajikan topping yang tidak biasa, misalnya yakisoba dengan mochi goreng seharga ¥560 sebelum pajak pada Februari 2025. Kedai ini juga pernah menyajikan nasu kabayaki-ju, terung panggang berlumur saus manis di atas nasi. Namun, status operasinya saat ini belum dapat dikonfirmasi secara independen. Anggap ini sebagai kedai tambahan yang mungkin dikunjungi, dan periksa daftar terbaru sebelum berkunjung.

Stasiun terdekat
Jiromonbashi, sekitar 1,8 km, menurut Tabelog
Telepon
Daftar berbeda-beda; periksa situs resmi atau daftar terbaru
Jam buka yang pernah dilaporkan
Makan di tempat 11.30–14.00; bawa pulang hingga 14.30
Hari tutup yang pernah dilaporkan
Rabu dan Kamis
Makan di tempat / bawa pulang
Keduanya
Status
Belum dapat dikonfirmasi secara independen; periksa daftar terbaru

Apakah Oota Yakisoba Layak Dicoba?

Ya, karena tidak ada satu porsi pun yang mewakili seluruh gaya lokal. Jika memungkinkan, bandingkan satu versi gelap berbasis mi tebal dengan porsi yang lebih terang atau yang memakai telur. Mulailah sebelum makan siang, cek informasi buka di hari itu, dan gunakan mobil atau taksi untuk kedai yang jauh. Untuk ide lainnya, lihat panduan kami tentang Panduan Makanan Gunma.

FAQ Oota Yakisoba

Oota Yakisoba dengan mi tebal dalam saus yang sangat gelap, ditaburi aonori
Tampilan yang paling dikenal: mi tebal, saus cokelat tua, dan taburan aonori.

Tentang Hidangan

Apa itu Oota Yakisoba?

Ini gaya lokal mi tumis berbahan gandum dari Kota Ota di Gunma. Gaya ini mapan setelah Perang Dunia II ketika kota itu tumbuh menjadi pusat industri. Kisah-kisah lokal menghubungkan penyebarannya dengan pekerja pabrik, meski tidak ada satu kisah asal-usul yang terbukti.

Apakah Oota Yakisoba merupakan hidangan yang distandarkan secara resmi?

Tidak. Tidak ada satu resep se-kota yang wajib diikuti setiap kedai. Sebaliknya, ketebalan mi, saus, topping, dan warna bervariasi, dan variasi itulah salah satu ciri khas gaya ini.

Apakah warna gelap berarti mi-nya sangat asin?

Belum tentu. Warna terutama mencerminkan racikan saus, konsentrasinya, dan jumlah yang digunakan. Beberapa versi yang sangat gelap digambarkan lebih ringan dan lebih manis daripada penampilannya, meski rasanya bervariasi antarkedai.

Mengapa Oota Yakisoba begitu gelap?

Sebagian kedai memakai racikan saus pekat dengan warna yang sangat kuat. Saus komersial juga bisa mengandung pewarna karamel, tetapi itu bukan bahan wajib. Kedai lain menyajikan mi yang lebih terang, cokelat sedang.

Apakah Oota Yakisoba selalu memakai mi tebal?

Tidak. Mi tebal yang kenyal memang umum, tetapi bukan keharusan. Sebagian kedai memakai mi sedang atau lebih tipis. Bahkan, keberagaman itu merupakan bagian dari gaya lokal ini.

Apakah Oota Yakisoba vegetarian?

Tidak selalu. Kedai mungkin memasak dengan lemak babi atau menambahkan daging babi, dan beberapa saus mengandung ekstrak hewani. Karena itu, tanyakan kepada kedai soal lemak untuk memasak dan topping-nya. Wajan bersama juga dapat menyebabkan kontak silang. Di rumah, minyak nabati dan saus berbahan nabati membuatnya menjadi vegetarian.

Makan dan Memasak

Bisakah saya mengunjungi beberapa kedai dalam sehari?

Bisa, tetapi rencanakan di sekitar jam makan siang yang singkat dan hari tutup mingguan. Dua atau tiga kedai masih realistis dikunjungi dengan mobil atau taksi. Beberapa kedai tutup saat mi mereka habis, jadi periksa informasi hari itu.

Di mana saya bisa makan Oota Yakisoba?

Kota Ota di Gunma adalah tempat yang tepat. Banyak restoran dan kios bawa pulang menyajikannya. Asosiasi lokal mencantumkan 44 anggota, termasuk anggota pendukung, yang tidak sama dengan 44 restoran. Banyak kedai tutup pada pertengahan sore. Periksa jam buka sebelum bepergian.

Bisakah saya membuat Oota Yakisoba di luar Jepang?

Bisa. Gunakan mi ramen segar yang tebal atau mi yakisoba dari toko bahan makanan Asia. Untuk sausnya, gunakan saus yakisoba Jepang atau saus bergaya Worcester. Untuk tampilan lebih gelap, pilih saus komersial yang memang gelap secara alami, bukan membakar gula atau menambahkan karamel untuk makanan penutup.

Apa bedanya dengan yakisoba Yokote dan Fujinomiya?

Yokote Yakisoba dikenal dengan telur goreng di atasnya. Fujinomiya Yakisoba dikenal dengan mi kenyal dan nikukasu, potongan renyah yang tersisa setelah lemak babi dileburkan. Oota Yakisoba, sebaliknya, menonjol karena keberagamannya dan sausnya yang sering sangat gelap.

Referensi

Artikel Terkait

Food in Japan
Discover Japan,
One Dish at a Time
Explore authentic Japanese cuisine, regional specialties, traditional recipes, and food culture from all 47 prefectures.
Explore with Food in Japan
✓ Authentic Recipes
✓ Regional Specialties
✓ Food Culture
✓ Fresh Stories Daily
Follow Food in Japan
Google Preferred Sources
Prefer Food in Japan in Google Search
Add Food in Japan as one of your preferred sources and discover authentic Japanese food stories whenever they are relevant.
Google Preferred Sources
Please share this post!
  • URLをコピーしました!

About the Writer

Ryo Iwaのアバター Ryo Iwa Founder and Editor, Food in Japan

Ryo Iwa adalah pendiri sekaligus editor foodinjapan.org. Lahir dan besar di Jepang, ia menulis berdasarkan perjalanan ke berbagai daerah, kunjungan ke pasar, serta sumber primer berbahasa Jepang yang jarang sampai ke pembaca berbahasa Inggris, termasuk publikasi lembaga pembuatan minuman dan glosarium industri. Jika sebuah angka tidak dapat dilacak ke sumbernya, artikel akan menyatakannya.

Ia telah menjadi Google Maps Local Guide selama lebih dari 10 tahun, dengan lebih dari 1.850 ulasan dan lebih dari 42.000 foto yang telah dilihat ratusan juta kali. Sebelumnya, ia menghabiskan dua dekade sebagai konsultan TI di Jepang, Amerika Serikat, dan Inggris.

コメント

コメントする

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

目次