Bekko sushi adalah kuliner khas Izu Oshima, sebuah pulau di Tokyo. Para juru masak merendam irisan ikan segar dalam kecap asin beraroma cabai pulau, lalu menaruhnya di atas nasi sushi yang dibumbui cuka. Rendaman itu membuat ikan berwarna kuning kecokelatan mengilap seperti sisik kura-kura.
Hidangan ini juga bisa ditulis bekko-zushi atau bekkō sushi. Panduan ini membahas nama, ikan, cabai pulau, cara membuatnya, dan tempat untuk mencicipinya.
Apa Itu Bekko Sushi?
Bekko sushi adalah nigiri dengan ikan yang direndam dalam kecap asin cabai. Di Izu Oshima, penduduk setempat menyebut ikan rendaman itu sendiri bekko. Setelah diletakkan di atas nasi sushi, hidangan itu menjadi Bekko sushi. Namun, resep, tingkat kepedasan, dan pilihan ikan berbeda-beda dari satu rumah ke rumah lain, dan dari satu kedai ke kedai lain.
Fakta Singkat Bekko Sushi
- Asal Izu Oshima, Tokyo; tradisi sushi ikan rendaman yang serupa juga ada di pulau-pulau Tokyo lainnya
- Bahan utama Ikan musiman, kecap asin cabai pulau, dan nasi sushi
- Rasa Asin dan gurih, dengan rasa pedas cabai yang segar
- Penyajian umum Nigiri, sering dalam menu paket; juga disajikan sebagai bekko don, semangkuk nasi
- Nama Jepang べっこう寿司 (bekko-zushi)

Mengapa Disebut Bekko Sushi?
Penduduk pulau menamai hidangan ini berdasarkan warna ikannya yang mengilap seperti sisik kura-kura. “Bekko” berarti sisik kura-kura, dan “zushi” adalah bentuk “sushi” ketika dipakai dalam kata majemuk. Tentu saja, hidangan ini sama sekali tidak mengandung sisik kura-kura.
Bekko, Bekko Sushi, dan Bekko Don
Ketiga nama ini sering muncul, jadi ada baiknya dibedakan. Bekko saja merujuk pada ikan rendaman, yang sering disajikan sebagai lauk. Bekko sushi, sementara itu, menaruh ikan tersebut di atas nasi sushi yang dibentuk. Bekko don, sebaliknya, menyebarkan irisan ikan di atas semangkuk nasi.
Sejarah dan Budaya Kuliner Pulau
Bekko sushi sangat erat kaitannya dengan Izu Oshima, meskipun sumber yang tersedia tidak menunjukkan tanggal asal yang pasti. Karena itu, panduan ini tidak menyebutkan tahun asal-usulnya.

Sumber-sumber dari pulau itu sendiri menggambarkan budaya kuliner yang dibentuk oleh penangkapan ikan, keterpencilan, dan hasil tangkapan musiman. Oshima Tourism Association menyebut bekko sebagai olahan tradisional yang dikembangkan untuk membantu mengawetkan ikan di lingkungan pulau yang terpencil. Namun, versi modern dengan ikan mentah tetap perlu disimpan di lemari pendingin dan segera dikonsumsi.
Namun, wasabi sulit didapat di pulau-pulau tersebut. Karena itu, orang menumbuk sedikit cabai pulau yang masih hijau ke dalam kecap asin untuk sashimi. Kebiasaan ini masih berlanjut di pulau hingga hari ini.
Seiring waktu, kebiasaan itu terbawa ke dalam bumbu rendaman. Setiap keluarga dan restoran memiliki keseimbangan sendiri antara kecap asin, cabai, dan kadang sake atau mirin. Campurannya juga berubah menurut hasil tangkapan yang dibawa perahu. Tidak ada satu versi pun yang dianggap sebagai satu-satunya yang asli.
Apakah Cabai Membuat Ikan Aman Dikonsumsi?
Tidak dengan sendirinya, dan hal ini penting. Cabai terutama menambah rasa pedas dan karakter pulau. Tinjauan ilmu pangan menggambarkan efek antimikroba rempah-rempah bergantung pada kondisi dan umumnya lebih lemah daripada bahan pengawet. Dalam praktiknya, ikan mentah tetap perlu disimpan dingin dan ditangani dengan bersih, dengan cabai ataupun tanpa cabai.
Bahan: Ikan, Cabai Pulau, dan Nasi

Hanya tiga unsur yang benar-benar penting di sini: ikan segar, kecap asin cabai, dan nasi sushi. Meski begitu, masing-masing memengaruhi hasil akhir lebih besar daripada yang mungkin Anda kira.

Ikan Apa yang Paling Cocok untuk Bekko Sushi?
Pilih ikan yang memang diperuntukkan untuk dimakan mentah, dengan rasa bersih dan tekstur padat. Di Izu Oshima, halaman kuliner asosiasi pariwisata menyebut hasil tangkapan musiman seperti medai dan parrotfish. Banyak versi memakai ikan berdaging putih, meskipun pilihannya bergantung pada musim dan tangkapan hari itu. Untuk gambaran yang lebih luas tentang hidangan ikan Jepang, lihat juga panduan makanan laut Jepang kami.
- Favorit setempat: medai dan parrotfish, menurut Oshima Tourism Association.
- Ikan berdaging putih lainnya: sea bream atau ikan bertekstur padat yang serupa cocok dipakai di rumah.
- Ikan berdaging merah: sebagian juru masak juga merendam tuna atau bonito, tetapi keduanya bukan ikan putih.
- Kesegaran: belilah ikan yang oleh penjual tepercaya dinyatakan layak dimakan mentah. Label seperti sashimi-grade mengikuti standar yang berbeda di tiap pasar.
Apa Itu Cabai Pulau?
Cabai pulau (shima togarashi) tumbuh di seluruh kepulauan Izu dan Ogasawara. Meskipun mungil, panjangnya hanya sekitar 2 hingga 3 cm, rasanya sangat pedas. Secara tradisional, penduduk pulau memakainya dalam keadaan hijau, menumbuknya ke dalam kecap asin atau merendamnya untuk membuat kecap asin cabai.
Resep Bekko Sushi: Cara Membuatnya di Rumah

Untuk membuat Bekko sushi, rendam irisan tipis ikan segar dalam kecap asin cabai pulau. Lalu letakkan di atas nasi sushi. Namun, keluarga dan restoran di Izu Oshima menyesuaikan ikan, tingkat kepedasan, dan bumbunya menurut musim. Versi dengan takaran ini adalah titik awal yang praktis, bukan satu-satunya formula asli pulau.

Bahan dan Langkah
Tingkat kesulitan: Mudah. Simpan ikan di lemari pendingin selama direndam.
Ikan dan rendaman
- 200 g ikan yang layak dimakan mentah
- 4 sdm kecap asin
- 2 sdm mirin
- 1 sdm sake
- 1 sdt gula
- 1/4 hingga 1/2 buah cabai pulau segar, dicincang halus
- Sedikit garam, jika perlu
Nasi sushi
- 330 g nasi putih Jepang berbutir pendek yang hangat
- 2 sdm cuka beras
- 1 sdm gula
- 1/2 sdt garam
Cara Membuat
- Rebus kecap asin, mirin, sake, dan gula dengan api kecil selama sekitar satu menit agar sebagian alkoholnya menguap. Biarkan saus dingin sepenuhnya.
- Selanjutnya, aduk cabai cincang ke dalam saus yang sudah dingin. Tunggu lima menit, lalu cicipi sebelum menambahkan lagi.
- Campur cuka, gula, dan garam hingga gulanya larut. Aduk ke dalam nasi hangat dengan gerakan memotong, lalu dinginkan nasi hingga sekitar suhu tubuh.
- Kemudian potong ikan melintang searah serat menjadi 10 hingga 12 irisan yang rata, masing-masing setebal sekitar 5 hingga 7 mm.
- Tuang saus yang sudah dingin ke atas irisan ikan dalam wadah dangkal. Tutup dan simpan di lemari pendingin selama 20 hingga 30 menit, dan periksa irisan yang lebih tipis pada menit ke-20.
- Sementara itu, dengan tangan yang sedikit dibasahi, bentuk nasi menjadi 10 hingga 12 bulatan lonjong yang padat.
- Biarkan kelebihan rendaman menetes dari ikan. Letakkan satu irisan di atas setiap bentuk nasi dan tekan perlahan agar menempel.
- Terakhir, sajikan segera, selagi nasinya lembut dan ikannya masih dingin.
Pengganti Bahan dan Versi yang Lebih Ringan
Jika cabai pulau tidak tersedia, gunakan cabai hijau segar yang kecil. Mulailah dengan sekitar 1/4 sdt, dicincang halus, dan tambahkan lagi hanya jika perlu. Untuk versi yang lebih ringan, kurangi cabainya daripada menggantinya dengan wasabi atau mustard.
Kecap Asin Cabai Dua Minggu (Opsional)
Cara tradisional di pulau tidak memakai takaran. Menurut Oshima Tourism Association, para juru masak memasukkan cabai hijau utuh ke dalam kecap asin. Lalu mereka membiarkannya selama sekitar dua minggu. Cara ini menghasilkan rasa cabai yang lebih dalam. Meski begitu, rendaman cepat di atas tidak memerlukannya. Jika Anda mencobanya, simpan saus di lemari pendingin dalam wadah bersih yang tertutup rapat. Buang juga saus tersebut jika bau atau warnanya berubah secara tak terduga.
Tips Keamanan Pangan
Sebelum mulai
- Belilah ikan yang oleh penjual tepercaya dinyatakan layak dikonsumsi mentah.
- Simpan ikan di lemari pendingin sebelum diiris dan selama perendaman.
- Gunakan juga tangan, pisau, wadah, dan talenan yang bersih.
- Dinginkan rendaman yang dipanaskan sepenuhnya sebelum ikan mentah dimasukkan.
- Jangan pernah memakai ulang rendaman yang pernah bersentuhan dengan ikan mentah sebagai saus cocolan, kecuali Anda merebusnya terlebih dahulu.
- Santap sushi segera, dan jangan biarkan terlalu lama pada suhu ruang.
- Makanan laut mentah membawa risiko tambahan bagi ibu hamil, lansia, anak kecil, dan siapa pun yang sistem imunnya lemah.
Seperti Apa Rasa Bekko Sushi?

Bekko sushi terasa asin dan gurih lebih dulu, lalu rasa pedas cabai perlahan menguat. Sementara itu, ikannya tetap mempertahankan rasa lembut dan kemanisan alaminya, sedangkan nasi sushi menambahkan sedikit rasa asam yang ringan.

- Pedas Kehangatan cabai hijau segar yang bertahan lama.
- Asin Kecap asin membumbui setiap irisan.
- Manis Kemanisan lembut dari ikan dan nasi.
- Umami Kedalaman rasa gurih dari kecap asin dan ikan segar.
- Tekstur Rendaman membuat permukaan ikan sedikit lebih padat.
Apakah Bekko Sushi Pedas?
Biasanya sedikit, tetapi tidak selalu terlalu pedas. Pada umumnya, tingkat kepedasan bergantung pada jenis cabai, jumlah yang dipakai, dan lama ikan direndam. Beberapa kedai membuatnya ringan, sementara yang lain membuatnya tajam. Jika ragu, tanyakan kepada staf sebelum memesan.
Cabai vs Wasabi
Kedua jenis pedas ini terasa berbeda. Misalnya, cabai menghasilkan rasa pedas hangat yang bertahan lama. Wasabi, sebaliknya, menimbulkan sensasi yang lebih tajam di hidung yang biasanya hilang lebih cepat.
Apa Bedanya Bekko Sushi dengan Sushi Pulau Lainnya?

Cabai menjadi pembedanya. Beberapa pulau di Tokyo membuat sushi dengan ikan lokal yang direndam kecap asin, tetapi setiap pulau membumbuinya dengan caranya sendiri. Bekko sushi memakai kecap asin cabai pulau, sedangkan banyak tradisi sushi pulau memasangkan ikan dengan mustard sebagai ganti wasabi.

Di Mana Sushi Pulau Biasanya Ditemukan?
Sushi pulau, atau shima-zushi, paling dikenal di Hachijojima dan Kepulauan Ogasawara. Menurut situs pariwisata resmi Tokyo, sushi ini memakai ikan lokal yang direndam kecap asin dan nasi yang sedikit lebih manis, dengan mustard sebagai ganti wasabi. Ikan, rendaman, dan tingkat kemanisan tetap berbeda dari satu pulau ke pulau lain. Sementara itu, Izu Oshima adalah rumah bagi Bekko sushi. Lebih jauh ke selatan, Kepulauan Daito di Okinawa memiliki Daito sushi mereka sendiri.
Bekko Sushi vs Sushi Pulau, Edomae, dan Zuke
| Gaya | Tempat | Ikan yang lazim | Pengolahan | Pelengkap | Kemanisan nasi |
|---|---|---|---|---|---|
| Bekko sushi | Izu Oshima | Hasil tangkapan musiman seperti medai atau parrotfish | Direndam dalam kecap asin cabai | Cabai pulau | Berbeda-beda tiap rumah tangga |
| Shima-zushi | Hachijojima, Kepulauan Ogasawara | Tangkapan lokal; berbeda di tiap pulau | Direndam dalam kecap asin | Mustard | Sedikit lebih manis |
| Edomae sushi | Tokyo (Edo) | Beragam makanan laut | Mentah, diawetkan, direbus, atau direndam | Biasanya wasabi | Berbeda di tiap kedai; sering kali kurang manis dibandingkan sushi gaya pulau |
| Zuke sushi | Banyak daerah | Sering kali tuna | Direndam dalam saus berbahan dasar kecap asin | Beragam | Beragam |
Berbeda dengan Edomae sushi, Bekko sushi menampilkan ikan yang direndam dalam kecap asin beraroma cabai. Untuk gambaran yang lebih luas, jelajahi juga koleksi sushi Jepang kami.
Tempat Makan Bekko Sushi di Izu Oshima
Izu Oshima adalah tempat utama untuk mencobanya, sebaiknya di dekat pelabuhan Motomachi atau Okata. Keempat restoran di bawah ini adalah pilihan yang praktis dan terdokumentasi dengan baik, bukan peringkat definitif restoran Bekko sushi terbaik. Jam buka dan menu dapat berubah, jadi pastikan terlebih dahulu sebelum berangkat.
Tips perjalanan: pelabuhan dan feri
Takeshiba Passenger Ship Terminal adalah titik keberangkatan di pusat kota Tokyo, sedangkan restoran-restoran di bawah ini berada di Izu Oshima sendiri. Kapal tiba di pelabuhan Motomachi atau Okata tergantung cuaca, dan beberapa restoran menyesuaikan jam bukanya. Periksa pelabuhan kedatangan hari itu sebelum memilih tempat makan.
Kaisen Chaya Sushikou (海鮮茶屋 寿し光), Motomachi

Sushikou berjarak sekitar dua menit berjalan kaki dari Pelabuhan Motomachi. Yang patut dicatat, situs resminya mencantumkan nigiri bekko di antara menu yang direkomendasikan, bersama ikan dari perairan sekitar Oshima.
- Area Motomachi, sekitar 2 menit dari Pelabuhan Motomachi
- Sajian khas Nigiri bekko
- Harga tercantum Tidak tercantum di halaman resmi; periksa menu atau telepon
- Jam buka 11:00 hingga 15:00 (pesanan terakhir 14:00); 17:00 hingga 22:00 (pesanan terakhir 21:00); tutup pada hari Rabu
- Reservasi Diterima, termasuk untuk rombongan (halaman resmi)
- Alamat 1-4-7 Motomachi, Oshima-machi, Tokyo
- Telepon 04992-2-0888
- Sumber Halaman resmi Sushikou
Minato Sushi (港鮨), Pelabuhan Habu

Minato Sushi menyajikan nigiri dari ikan lokal, bersama lauk buatan sendiri. Tempat ini berada di kawasan Pelabuhan Habu di ujung selatan pulau. Peta kuliner asosiasi pariwisata juga mencantumkan Bekko sushi dalam menu yang direkomendasikan.
- Area Pelabuhan Habu, Izu Oshima bagian selatan
- Sajian khas Bekko sushi
- Harga tercantum ¥1,750 menurut halaman asosiasi pariwisata; pastikan sebelum berkunjung
- Jam buka 11:30 hingga 14:00; 17:00 hingga 21:00; tutup pada hari Selasa
- Reservasi Belum diverifikasi; telepon untuk memastikan
- Alamat Peta Minato Sushi
- Telepon 04992-4-0002
- Sumber Peta kuliner Izu Oshima Navi
Zakoya Kiyomaru (雑魚や紀洋丸), Motomachi

Zakoya Kiyomaru berfokus pada hidangan laut lokal dan masakan rumahan pulau. Menurut asosiasi pariwisata, restoran ini memenangkan kontes kuliner kelas C pulau pada penyelenggaraan pertama dan kedua. Selain Bekko sushi, menunya mencakup bekko chazuke, hidangan nasi yang disiram teh.
- Area Kawasan Motomachi
- Sajian khas Bekko sushi atau bekko chazuke
- Harga tercantum Bekko sushi ¥870, bekko chazuke ¥400 menurut halaman asosiasi pariwisata; pastikan sebelum berkunjung
- Jam buka 11:30 hingga 13:30; 17:30 hingga 20:00; hari tutup berbeda-beda menurut daftar
- Reservasi Diterima (daftar Pemerintah Metropolitan Tokyo)
- Alamat 262-26 Umanose, Motomachi, Oshima-machi, Tokyo
- Telepon 04992-2-1414
- Sumber Peta kuliner Izu Oshima Navi
Ichimine (一峰), Pelabuhan Okata

Ichimine terletak dekat area tunggu feri di Pelabuhan Okata. Tempat ini terutama menyajikan menu paket, sementara tempat pembuatan kue manis di sebelahnya menjual puding yang dibuat dari susu Oshima. Di sini hidangan lokal tersebut disajikan sebagai bekko don, semangkuk nasi, bukan nigiri.
- Area Pelabuhan Okata
- Sajian khas Bekko don
- Harga tercantum ¥1,200 menurut halaman asosiasi pariwisata; pastikan sebelum berkunjung
- Jam buka 10:00 hingga 15:00; dapat tutup ketika kapal memakai Pelabuhan Motomachi
- Reservasi Belum diverifikasi; telepon untuk memastikan
- Alamat Okata, Oshima-machi, Tokyo (lantai dua)
- Telepon 04992-2-8524
- Sumber Peta kuliner Izu Oshima Navi
Informasi daring terakhir diperiksa: 15 Oktober 2026. Karena halaman sumber tidak selalu menampilkan tanggal pembaruan, anggap harga yang tercantum sebagai panduan. Hubungi masing-masing restoran sebelum berkunjung.
Berapa Harga Bekko Sushi?
Singkatnya, harga bervariasi menurut ikan, ukuran porsi, restoran, dan apakah hidangan disajikan dalam menu paket. Contoh di atas berkisar dari ¥870 di satu restoran hingga ¥1,750 di restoran lain, meskipun porsi dan format hidangan mungkin berbeda. Pastikan menu terkini sebelum Anda berangkat.

Bekko Sushi: Cita Rasa Izu Oshima
Bekko sushi memadukan hasil tangkapan musiman Izu Oshima, cabai pulau, dan nasi sushi dalam satu hidangan lokal yang khas. Ikannya berganti sesuai musim, dan setiap restoran menetapkan tingkat kepedasannya sendiri. Saat berkunjung, pertimbangkan restoran di dekat pelabuhan tempat feri Anda tiba, dan tanyakan seberapa pedas versi andalan mereka. Periksa dahulu pelabuhan kedatangan hari itu, karena beberapa kedai mengikuti jadwal feri.
Hidangan ini juga hadir dalam tiga bentuk: nigiri, bekko don di atas nasi, dan bekko sendiri sebagai lauk. Jika Anda menyukai salah satunya, cobalah yang lain. Setelah kembali ke Tokyo, Fukagawa Meshi menawarkan cita rasa lain dari hidangan nasi khas daerah di kota ini.

FAQ Bekko Sushi
Tentang Hidangan Ini
- Apa itu Bekko sushi?
-
Ini adalah sushi lokal dari Izu Oshima, sebuah pulau yang termasuk wilayah Tokyo. Para juru masak merendam ikan segar dalam kecap asin beraroma cabai pulau. Kemudian mereka menaruh irisannya di atas nasi sushi. Hasilnya terasa gurih, sedikit pedas, dan bersih.
- Mengapa disebut Bekko sushi?
-
“Bekko” berarti sisik kura-kura dalam bahasa Jepang. Setelah direndam, ikan berubah menjadi kuning kecokelatan mengilap yang menyerupai sisik kura-kura, sehingga penduduk pulau menamai hidangan ini menurut warna tersebut. Hidangan ini tidak mengandung sisik kura-kura.
- Apa perbedaan antara Bekko sushi dan shima-zushi?
-
Keduanya memakai ikan lokal yang direndam kecap asin, tetapi bumbunya berbeda. Versi Izu Oshima mendapatkan rasa pedasnya dari cabai pulau. Shima-zushi dari Hachijojima dan Kepulauan Ogasawara biasanya disajikan dengan mustard dan nasi yang sedikit lebih manis. Setiap pulau memiliki gayanya sendiri.
- Apakah Bekko sushi pedas?
-
Biasanya agak pedas. Tingkat kepedasan bergantung pada cabainya, jumlah yang dipakai, dan lama perendaman. Beberapa kedai membuatnya ringan, sementara yang lain membuatnya lebih tajam. Tanyakan kepada staf jika Anda ingin yang kurang pedas.
Membuat dan Menemukannya
- Ikan apa yang dipakai para juru masak?
-
Juru masak pulau memakai ikan musiman, seperti medai dan parrotfish. Banyak versi memakai ikan berdaging putih, meskipun pilihannya mengikuti tangkapan. Di rumah, belilah ikan yang dijual untuk dimakan mentah. Simpan tetap dingin sampai Anda mengiris dan merendamnya.
- Berapa lama ikan harus direndam?
-
Panduan setempat menyarankan sekitar 20 hingga 30 menit. Irisan tipis menyerap rasa lebih cepat, jadi periksa satu potong lebih awal. Selalu rendam ikan di dalam lemari pendingin. Waktunya bervariasi menurut rumah tangga, jadi anggap kisaran ini sebagai titik awal.
- Bisakah membuatnya tanpa cabai pulau?
-
Bisa. Cabai hijau segar yang kecil dapat menjadi penggantinya. Mulailah dengan sekitar 1/4 sdt, dicincang halus, dan cicipi saus yang sudah dingin sebelum ikan dimasukkan. Untuk versi yang lebih ringan, pakai lebih sedikit cabai daripada menggantinya dengan wasabi.
- Di mana saya bisa memakannya?
-
Izu Oshima adalah tujuan utama untuk mencoba hidangan ini di tempat asalnya. Restoran di dekat Pelabuhan Motomachi, Pelabuhan Okata, dan Pelabuhan Habu menyajikannya sebagai sushi atau sebagai bekko don. Periksa jam buka terkini sebelum berkunjung, karena beberapa kedai menyesuaikan jadwal dengan feri.
Referensi
- Izu Oshima Navi (Oshima Tourism Association) – Bekko: Pesta Kuliner Izu Oshima [terjemahan editor] (Diakses Oktober 2026)
- Oshima Tourism Association – Makan (Kuliner) (Diakses Oktober 2026)
- Tokyo Islands (Tokyo Metropolitan Islands Promotion Corporation) – Cabai Pulau, Spesialitas Kepulauan Izu dan Ogasawara [terjemahan editor] (Diakses Oktober 2026)
- GO TOKYO (Tokyo Convention & Visitors Bureau) – Kuliner Lokal Tokyo [terjemahan editor] (Diakses Oktober 2026)
- Journal of Cookery Science of Japan (J-STAGE) – Miyamoto, T. (1992). Sifat antimikroba rempah-rempah dan penerapannya dalam pengawetan makanan, 25(2), 159 [terjemahan editor] (Diakses Oktober 2026)
- Consumer Affairs Agency – Keracunan Makanan akibat Bakteri dan Virus [terjemahan editor] (Diakses Oktober 2026)
- Oshima Bussan – Kaisen Chaya Sushikou (Diakses Oktober 2026)
- Izu Oshima Navi (Oshima Tourism Association) – Peta Kuliner Izu Oshima [terjemahan editor] (Diakses Oktober 2026)
- Tokyo Metropolitan Government – Restoran Bahan Pangan Kebanggaan Pulau Tokyo: Kiyomaru [terjemahan editor] (Diakses Oktober 2026)
Artikel Terkait
- Edomae Sushi (江戸前寿司) (Disurvei: Oktober 2026)
- Fukagawa Meshi (深川めし) (Disurvei: Oktober 2026)
- Kusaya (くさや) (Disurvei: Oktober 2026)
- Sashimi (刺身) (Disurvei: Oktober 2026)
- Sushi Jepang (Disurvei: Oktober 2026)
- Makanan Laut Jepang (Disurvei: Oktober 2026)



コメント