Menu
Bahasa
  • English
  • Español
  • Français
  • 中文 (繁体字)
  • 한국어
  • 中文 (簡体字)
  • 日本語
  • ไทย
  • Tiếng Việt
  • Deutsch

Ramen Kumamoto (熊本ラーメン)

kumamoto-ramen

Ramen Kumamoto adalah gaya ramen tonkotsu dari Prefektur Kumamoto. Para juru masak memadukan tulang babi dengan tulang ayam, lalu menyelesaikan setiap mangkuk dengan mayu, minyak bawang putih hitam. Perpaduan itu membedakannya dari ramen Hakata dan gaya tonkotsu Kyushu lainnya.

Hasilnya adalah semangkuk ramen yang lebih lembut dan tidak terlalu berminyak, dengan mi lurus berukuran sedang-tebal. Panduan ini membahas apa itu ramen Kumamoto, sejarahnya, perbedaannya dengan ramen Hakata, resep rumahan, dan kedai-kedai terbaik untuk mencobanya di Kota Kumamoto.

目次

Apa Itu Ramen Kumamoto?

Apa Itu Ramen Kumamoto?

Ramen Kumamoto adalah salah satu jenis ramen tonkotsu dari Prefektur Kumamoto. Para juru masak merebus tulang babi dan tulang ayam bersama-sama untuk membuat kuahnya. Perpaduan itu membuat kaldunya terasa lebih creamy dan bulat dibandingkan versi tulang babi murni.

Kedai menaburkan keripik bawang putih panggang dan mayu di atas setiap mangkuk. Mayu adalah minyak bawang putih hitam yang dibuat dengan memasak bawang putih yang digeprek perlahan dalam minyak. Kikurage, atau jamur kuping, hadir di hampir setiap mangkuk. Perpaduan itu memberi ramen Kumamoto permukaan yang gelap dan harum.

Kuahnya juga lebih lembut dibandingkan banyak gaya tonkotsu. Ramen ini cocok bagi penikmat yang merasa kaldu babi yang lebih pekat terlalu berat. Meski ada minyak di atasnya, mangkuknya secara keseluruhan terasa kurang berminyak daripada tampilannya.

Aroma Bawang Putih Panggang

Mangkuk ini menyambut Anda dengan aroma bawang putih panggang bahkan sebelum Anda mengangkat sumpit. Aroma itu membangkitkan selera sebelum suapan pertama. Terasa kaya, hangat, dan benar-benar mengundang.

Seperti Apa Rasa Kaldunya

Kaldunya terasa kaya sekaligus ringan. Rasa umaminya nyata, tetapi tidak pernah terasa berat. Jamur kuping menambahkan nuansa tanah yang tenang di bawahnya. Banyak penikmat yang ingin menyesap sekali lagi.

Siapa yang Cocok dengan Ramen Kumamoto

Gaya ini cocok bagi orang yang merasa kaldu tonkotsu yang pekat terlalu berat. Pencinta bawang putih akan menikmati aroma panggang di setiap mangkuk. Jika Anda lebih suka rasa yang lebih bulat dan lembut daripada intensitas mi tipis khas Hakata, ramen Kumamoto layak dicari.

Sejarah Ramen Kumamoto

Ramen Kumamoto dengan minyak bawang putih hitam, mi sedang-tebal, chashu, dan kikurage
Kaldu tonkotsu keruh dengan minyak bawang putih hitam, atau mayu, di atasnya.

Ramen Kumamoto adalah hidangan lokal Kota Kumamoto. Meski begitu, ramen ini punya kaitan erat dengan ramen dari bagian lain Kyushu. Gayanya tumbuh dari rangkaian panjang perkembangan ramen tonkotsu.

Pengaruh Ramen Kurume

Banyak sejarawan kuliner menyebut Kurume ramen sebagai asal-usul ramen tonkotsu. Para juru masak merebus kaldu tulang babi dengan air dalam waktu lama. Kemudian mereka menambahkan air lagi dan merebusnya sekali lagi.

Ketika sebuah kedai ramen Kurume dibuka di Kota Tamana, ramen ini menyebar dari mulut ke mulut. Popularitasnya segera sampai ke warga Kota Kumamoto. Dari sana, ramen ini membentuk ramen di seluruh wilayah Kyushu yang lebih luas.

Kumamoto pun tidak terkecuali. Para juru masak setempat membuat ramen yang dekat dengan gaya Kurume, lalu menyempurnakan mi dan kuahnya lebih jauh. Kedai-kedai terkenal seperti Ajisen dan Komurasaki menelusuri akarnya ke tradisi tonkotsu yang dipengaruhi Tamana ini. Keduanya kemudian membuka cabang di seluruh wilayah Kanto.

Mengapa Mayu Menjadi Ciri Khas Kumamoto

Semangkuk ramen Kurume dengan kuah tonkotsu yang kental
Ramen Kurume, gaya tonkotsu yang ikut membentuk ramen khas Kumamoto.

Mayu menjadi populer sebagai cara untuk meredam bau babi yang kuat pada kaldu tonkotsu. Para juru masak mendapati bahwa memanggang bawang putih perlahan dalam minyak memberikan nuansa seperti kacang dan berasap. Aroma itu menutupi bau babi yang lebih pekat yang tidak disukai sebagian penikmat.

Kedai-kedai lokal di Kumamoto menerima gagasan ini sejak awal, dan mayu menjadi ciri khas ramen kota ini. Kini, hampir setiap kedai ramen Kumamoto memakai semacam mayu atau keripik bawang putih panggang. Hingga kini, itu tetap salah satu cara paling jelas untuk mengenali gaya ini.

Ramen Kumamoto vs Ramen Hakata

Ramen Kumamoto vs Ramen Hakata

Kedua hidangan ini berasal dari pulau Kyushu, tetapi Hakata ramen dan ramen Kumamoto memiliki kepribadian yang sangat berbeda. Orang terkadang mengira keduanya sama. Pada kenyataannya, keduanya punya perbedaan yang jelas.

Ramen KumamotoRamen HakataRamen Kurume
KuahTulang babi dan ayam, lebih lembutTulang babi murni, pekatTulang babi, kental dan kuat
MiSedang-tebal, lurus, kenyalSangat tipis, lurusTebal, lurus, padat
Bawang putihKeripik panggang dan mayu (minyak hitam)Opsional, mentah atau parutBawang putih ringan, tidak ditonjolkan
KaedamaJarangStandar, sudah lazimTersedia, kurang sentral
ToppingChashu, kikurage, daun bawang, noriChashu, beni shoga, bervariasi menurut kedaiChashu, kikurage, telur marinasi

Perbedaan yang paling jelas ada pada mi. Kedai di Kumamoto memakai mi lurus yang kenyal dan berukuran sedang-tebal. Mi Hakata sangat tipis, sehingga kedai menyajikan porsi yang lebih kecil per mangkuk.

Kedua gaya sama-sama berawal dari kaldu tulang babi yang lembut. Namun, kedai Kumamoto menambahkan kaldu tulang ayam di atasnya. Akibatnya, kuahnya menjadi lebih ringan dan lebih creamy daripada dasar tonkotsu murni khas Hakata.

Banyak kedai Kumamoto menyelesaikan kaldunya pada hari yang sama. Hal ini menjaga rasa tetap segar dan membantu mengendalikan bau babi. Keripik bawang putih panggang dan mayu kemudian melengkapi aromanya lebih jauh lagi.

Kikurage hadir di hampir setiap mangkuk Kumamoto sebagai bahan yang menjadi ciri khas. Kedai-kedai Hakata lebih beragam dalam hal ini, sehingga jamur kuping muncul di sebagian kedai tetapi tidak di kedai lain. Detail kecil itu sering kali langsung membedakan kedua gaya.

Bahan Ramen Kumamoto

Perbandingan mi dan kaldu ramen Kumamoto dengan ramen Hakata
Mi sedang-tebal khas Kumamoto lebih tebal daripada gaya Hakata yang tipis dan lurus.

Seperti ramen Hakata, gaya ini berawal dari kaldu tulang babi yang lembut. Kedai Kumamoto kemudian menambahkan kaldu tulang ayam, yang membuat kuahnya semakin lembut. Tabel di bawah ini mencantumkan bahan-bahan untuk satu kali pembuatan di rumah.

Bahan (untuk 6 porsi)Jumlah
Tulang babi900 g
Tulang ayam900 g
Bawang putih2 siung (plus tambahan untuk mayu)
Minyak wijen60 g
Minyak canola28 g
Kecap asin120 g
Mirin240 g
Sake240 g
Gula100 g
Jahe15 g
Bawang merah30 g
Daun bawang bombai250 g
Jamur170 g
Daun bawang100 g
Tauge200 g
Lemak punggung babi450 g
Mi sedang-tebal600 g
Air8 sampai 10 cangkir
Jamur kuping (kikurage)Secukupnya
Nori6 potong kecil
Bahan-bahan untuk kaldu ramen Kumamoto buatan sendiri dan mayu

Resep Ramen Kumamoto

Total waktu: sekitar 5 jam  |  Porsi: 6  |  Tingkat kesulitan: Menengah

Versi lengkap ini memakan sebagian besar sore hari, terutama untuk kaldunya. Jika waktu Anda terbatas, lihat versi cepat di akhir bagian ini.

Kaldu

STEP
Buat cairan bumbu

Campurkan air, kecap asin, mirin, sake, bawang putih, jahe, bawang merah, daun bawang, dan gula dalam panci besar.

STEP
Rebus tulang babi

Rendam tulang babi dalam cairan tersebut. Tutup longgar, lalu didihkan perlahan di dalam oven bersuhu rendah selama sekitar 3 jam.

STEP
Tambahkan tulang ayam

Angkat panci, lalu tambahkan tulang ayam. Masak satu jam lagi, sampai kedua daging menjadi empuk.

STEP
Saring dan selesaikan

Buang buih yang mengambang. Tambahkan jamur, daun bawang bombai, daun bawang, dan lemak punggung babi, lalu didihkan sebentar. Iris tipis lemak punggung babi dan sisihkan.

Mayu (Minyak Bawang Putih Hitam)

STEP
Tumis bawang putih tahap pertama

Tumis bawang putih dalam minyak wijen sampai harum. Sisihkan bagian ini untuk topping nanti.

STEP
Panggang tahap kedua sampai hitam

Tumis bawang putih tahap lain dalam minyak canola. Didihkan perlahan dengan api kecil selama sekitar 10 menit, sampai berwarna cokelat tua hingga hitam.

STEP
Campurkan menjadi mayu

Campurkan minyak bawang putih panggang dengan bagian minyak wijen sampai menjadi kental dan gelap.

Topping dan Cara Menyajikan

Keripik bawang putih panggang dan mayu di atas semangkuk ramen Kumamoto yang sudah jadi
Keripik bawang putih panggang menambah kerenyahan dan aroma pada mangkuk yang sudah jadi.
STEP
Rebus mi

Rebus setiap porsi mi secara terpisah. Aduk dengan sumpit agar helaian mi tidak lengket.

STEP
Susun mangkuk

Tambahkan satu sendok mayu ke setiap mangkuk. Letakkan mi di atasnya, lalu tuang kaldu panas.

STEP
Tambahkan topping dan sajikan

Beri topping irisan chashu, kikurage, tauge, daun bawang, keripik bawang putih panggang, dan selembar nori. Segera sajikan.

Versi Cepat di Rumah

Kekurangan waktu? Gunakan kaldu babi dan ayam siap pakai alih-alih merebus tulang dari awal. Panci presto juga mempersingkat waktu membuat kaldu menjadi sekitar 90 menit. Mayu dan topping tetap sama dalam kedua cara.

Kesalahan Umum

  • Bawang putih gosong: mayu menjadi pahit jika bawang putih hangus terlalu jauh. Awasi api dengan cermat.
  • Tidak membuang buih: sisa buih membuat kaldu terasa keruh. Saring dengan baik.
  • Mangkuk dingin: hangatkan mangkuk saji terlebih dahulu agar kaldu tetap panas lebih lama.
  • Mi lembek: mi terus matang di dalam kaldu panas. Siapkan mangkuk dan topping sebelum meniriskan mi.
  • Kaldu lama: kaldu tonkotsu cepat kehilangan kesegarannya. Gunakan pada hari yang sama untuk rasa terbaik.

Kedai Terbaik untuk Mencoba Ramen Kumamoto

Semangkuk biasanya berharga sekitar 800 sampai 1.100 yen. Kaedama, atau tambah mi, jauh lebih jarang ditemui di sini dibandingkan di Hakata. Bersiaplah mengantre di kedai-kedai paling populer, terutama sekitar jam makan siang.

KedaiTerbaik UntukAksesAntrean?
KokuteiPemula, kaldu ringanDekat Stasiun KumamotoSering, pada jam sibuk
KomurasakiSejarah yang sudah lama berdiriKamitori, pusat kotaKadang-kadang
Keika RamenRasa mayu yang kuatHanabatachoKadang-kadang
Sansui-teiSemuanya buatan sendiriKamitori, pusat kotaJarang
TengaitenPorsi chashu yang melimpahDekat Shimotori ArcadeSering

Kokutei

Kokutei, kedai ramen Kumamoto dekat Stasiun Kumamoto

Kokutei dikenal dengan mi buatan sendiri dan kaldu babi buatan sendiri. Ramen di sini terasa ringan dan mudah diterima sebagian besar lidah. Lokasinya hanya beberapa menit dari Stasiun Kumamoto, jadi bersiaplah menghadapi antrean panjang saat makan siang dan makan malam.

Alamat: 2 Chome-1-23 Nihongi, Nishi Ward, Kumamoto, 860-0051
Telepon: +81 96-352-1648
Jam buka: 10:30-20:30
Catatan: Jam buka dapat berubah. Harap periksa sebelum berkunjung.

Komurasaki

Komurasaki, kedai ramen Kumamoto di Kamitori

Komurasaki adalah salah satu kedai ramen Kumamoto tertua di kota ini. Pemiliknya membukanya pada tahun 1954, dan kedai ini masih menyajikan kuah yang kental namun ringan. “King Ramen” mereka, yang berharga sekitar 700 yen, tetap menjadi menu terlaris.

Alamat: 8-16 Kamitoricho, Chuo Ward, Kumamoto, 860-0845
Telepon: +81 96-325-8972
Jam buka: 11:00-15:30, 18:00-21:30
Catatan: Jam buka dapat berubah. Harap periksa sebelum berkunjung.

Keika Ramen

Kedai Keika Ramen yang dikenal dengan rasa mayu yang kuat di Kumamoto

Keika mengklaim sebagai kedai pertama yang menyajikan mayu yang harum bersama kuahnya. Kaldunya terasa kental namun lembut, hampir seperti susu. Alih-alih chashu biasa, Keika memakai “taro,” potongan daging yang lebih tebal.

Alamat: K-1 Building, 11-9 Hanabatacho, Kumamoto, 860-0806
Telepon: +81 96-325-9609
Jam buka: 11:00-23:50 (Sen-Sab), 11:00-16:20 (Min)
Catatan: Jam buka dapat berubah. Harap periksa sebelum berkunjung.

Sansui-tei

Sansui-tei, kedai ramen Kumamoto dengan kaldu dan mi buatan sendiri

Sansui-tei membuat sekitar 90 persen bahannya sendiri di tempat. Kedai ini sudah melayani pelanggan selama tiga generasi. Ramennya tetap sederhana, namun disukai orang dewasa maupun anak-anak.

Alamat: 6-18 Kamitori-cho, Chuo-ku, Kumamoto-shi, 860-0845
Telepon: +81 96-325-1800
Jam buka: 11:00-20:00; tutup hari Selasa
Catatan: Jam buka dapat berubah. Harap periksa sebelum berkunjung.

Tengaiten

Tengaiten, kedai ramen Kumamoto dekat Shimotori Arcade

Tengaiten termasuk salah satu kedai paling populer di kota ini. Banyak warga setempat mampir setiap kali berada di dekat pusat kota. Semangkuk ramennya berisi chashu yang melimpah, dengan kuah yang creamy namun ringan.

Alamat: 2-15 Anseimachi, Chuo Ward, Kumamoto, 860-0801
Telepon: +81 96-354-8458
Jam buka: 6:00-23:30; tutup hari Minggu
Catatan: Berjalan kaki 5 menit dari Shimotori Shopping Arcade. Jam buka dapat berubah.

Kesimpulan

Ramen Kumamoto adalah versi tonkotsu yang lebih lembut dan lebih akrab dalam keseharian dibandingkan versi Hakata. Bawang putih panggang dan mayu memberi setiap mangkuk aromanya yang khas. Mi sedang-tebal dan kaldu ayam-babi melengkapi hidangan yang menenangkan dan mudah dinikmati.

Jika Anda menikmati pembahasan tentang gaya ini, jelajahi juga gaya-gaya di sekitarnya. Bandingkan langsung dengan Hakata ramen, telusuri akarnya melalui Kurume ramen, atau baca panduan ramen tonkotsu yang lebih luas untuk gambaran lengkap Kyushu.

FAQ Ramen Kumamoto

Apa itu ramen Kumamoto?

Ramen Kumamoto adalah ramen tonkotsu regional dari Prefektur Kumamoto. Para juru masak memadukan kaldu tulang babi dan ayam, lalu menambahkan mayu, minyak bawang putih hitam yang dipanggang, di atasnya. Jamur kikurage dan mi sedang-tebal melengkapi mangkuknya. Hasilnya lebih lembut daripada kebanyakan gaya tonkotsu.

Apa bedanya dengan ramen Hakata?

Kedai Kumamoto memakai mi yang lebih tebal dan lebih kenyal daripada mi tipis khas Hakata. Mereka juga memadukan kaldu ayam ke dalam kaldu babi, yang meringankan kuahnya. Bawang putih panggang dan mayu menambahkan aroma khas. Ramen Hakata, sebaliknya, tetap berbasis babi murni dan menawarkan tambah mi kaedama.

Apa itu mayu?

Mayu adalah minyak gelap yang beraroma, dibuat dengan memanggang bawang putih yang digeprek perlahan dalam minyak sampai menjadi hitam. Para juru masak mengaduknya ke dalam kaldu atau menyiramkannya di atas. Mayu memberi rasa berasap dan gurih seperti kacang pada mangkuk. Sebagian besar kedai Kumamoto menganggapnya sentuhan akhir yang penting.

Apakah kuahnya berbau menyengat?

Biasanya tidak. Kaldu tulang ayam dan minyak bawang putih panggang bekerja bersama untuk meredam bau babi yang kuat pada gaya tonkotsu lainnya. Banyak pengunjung yang baru pertama kali mencoba merasa ramen ini lebih mudah dinikmati daripada tonkotsu Hakata yang murni. Sedikit aroma tetap tercium, terutama dari bawang putihnya.

Bisakah saya meminta kaedama (tambah mi)?

Sebagian besar kedai ramen Kumamoto tradisional tidak menyediakan kaedama. Kedai cenderung menyajikan porsi awal yang lebih besar. Ini berbeda dengan Hakata, tempat tambah mi merupakan praktik standar. Beberapa kedai modern mungkin menawarkannya, jadi ada baiknya bertanya.

Apakah ramen Kumamoto vegetarian?

Tidak, ramen Kumamoto tradisional tidak vegetarian. Para juru masak membuat kaldunya sepenuhnya dari tulang babi, tulang ayam, dan lemak babi. Mayu sendiri berbasis minyak, tetapi dasar kuahnya tetap bergantung pada kaldu daging. Pengunjung vegetarian sebaiknya mencari hidangan mi Jepang lainnya.

Apa saja topping standarnya?

Sebagian besar mangkuk berisi irisan daging babi chashu, daun bawang, jamur kikurage, dan selembar nori. Keripik bawang putih panggang diletakkan di atasnya untuk kerenyahan dan aroma. Beberapa kedai juga menambahkan tauge. Topping cenderung cukup konsisten di berbagai kedai Kumamoto dibandingkan dengan daerah lain.

Apakah kuahnya keruh?

Ya, kuahnya tetap keruh dan putih seperti susu karena tulang yang direbus lama. Namun, ramen ini sering tampak lebih gelap daripada ramen Hakata karena mayu hitam mengambang di permukaan. Kontras itu adalah salah satu cara termudah untuk mengenali gaya ini. Warnanya juga mengisyaratkan rasa bawang putih panggang di bawahnya.

Apakah makan ramen ini membuat napas berbau bawang putih?

Ya, kemungkinan besar. Bawang putih panggang dan goreng yang melimpah di sebagian besar mangkuk meninggalkan aroma yang terasa sesudahnya. Wisatawan yang punya rencana tepat setelah makan mungkin perlu mengingat hal ini. Permen mint atau permen karet dapat membantu sesudahnya.

Referensi

Artikel Terkait

Food in Japan
Discover Japan,
One Dish at a Time
Explore authentic Japanese cuisine, regional specialties, traditional recipes, and food culture from all 47 prefectures.
Explore with Food in Japan
✓ Authentic Recipes
✓ Regional Specialties
✓ Food Culture
✓ Fresh Stories Daily
Follow Food in Japan
Google Preferred Sources
Prefer Food in Japan in Google Search
Add Food in Japan as one of your preferred sources and discover authentic Japanese food stories whenever they are relevant.
Google Preferred Sources
Please share this post!
  • URLをコピーしました!

About the Writer

Ryo Iwaのアバター Ryo Iwa Founder and Editor, Food in Japan

コメント

コメントする

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

目次